Anggota DPRD DKI Kenneth Minta Dinas SDA dan LH Harus Bersinergi Antisipasi Banjir di Ibukota
dalam rangka menindaklanjuti aduan dari Masyarakat mengenai seringnya terjadi banjir.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Pompa Wijayakusuma Waduk, di Jalan Tubagus Angke, Kelurahan Wijayakusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat dalam rangka menindaklanjuti aduan dari Masyarakat mengenai seringnya terjadi banjir di sekitaran wilayah ini.
Dalam kunjungannya, pria yang akrab disapa Kent itu didampingi oleh perwakilan warga RT07 RW09, Taman Duta Mas, Jakarta Barat dan Kepala Seksi Rumah Pompa Sudin SDA (Sumber Daya Air) Jakarta Barat beserta jajarannya.
Saat melakukan pengecekan pompa tersebut, Kent dikagetkan dengan penumpukan sampah yang berada di Rumah Pompa Wijayakusuma.
Pasalnya, saat ini curah hujan di Jakarta sudah sangat tinggi dan dikhawatirkan akan menyebabkan banjir disejumlah daerah apalagi tidak di barengi dengan penanganan sampah yang maksimal.
"Kunjungan kali ini saya merasa cukup kesal dengan apa yang saya temukan di lapangan, banyaknya sampah di rumah pompa yang juga bisa menjadi salah satu penyebab yang mengakibatkan rumah pompa bekerja tidak maksimal," kata Kent dalam keterangannya, Minggu (10/1/2021).
Menurut Kent, hal itu terjadi dikarenakan tidak adanya koordinasi yang baik antara Suku Dinas Sumber Daya Air dan Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH), untuk mengelola rumah pompa dengan baik, seperti terjadinya penumpukan sampah di rumah pompa.
"Harus saling bersinergi dalam menangani banjir, misalkan petugas rumah pompa tugasnya menjaga maksimal bekerjanya rumah pompa dan tugasnya Petugas Badan Air Lingkungan Hidup harus segera membersihkan sampah yang menyangkut di aliran pompa dan segera mengangkat sampahnya agar tidak menumpuk di rumah pompa," kata Kent.
Faktanya, sambung Kent, di lapangan petugas Badan Air Lingkungan Hidup tidak selalu standby 24 jam di rumah pompa dan hanya ada petugas rumah pompa yang bekerja.
"Temuan saya di lapangan, petugas LH jam 3 sore sudah pulang dan tidak standby 24 jam di rumah pompa, karena belakangan ini tiap hari selalu hujan besar, dan saya khawatir akan naiknya debit air karena curah hujan yang tinggi, dan apalagi jika ada kiriman air dari Katulampa ke Jakarta yang biasanya pasti membawa sampah, jika kejadian ini terjadi pada saat siang dan sore hari saya yakin bisa tertanggulangi dengan baik, jika terjadi pada malam hari, saya membayangkan apa yang akan terjadi," tuturnya.
Kata Kent, dikhawatikan curah hujan tinggi dan air kiriman akan datang pada tengah malam dengan membawa sampah, hal itu akan membuat kerepotan petugas operator rumah pompa karena harus secara bersamaan mengatur pompa dan membersihkan sampah yang menyangkut di pompa.
"Saya takutkan adalah bagaimana jika terjadi hujan deras tengah malam di barengi dengan banjir kiriman beserta sampah, dan tidak ada petugas Badan Air Lingkungan Hidup standby di setiap rumah pompa, apalagi jika sampah sampah ini tidak segera di angkat dan menyangkut di setiap pompa. pasti pompa tidak akan bekerja secara maksimal," tegasnya.
Petugas Badan Air Lingkungan Hidup, kata Kent, harus bekerja secara serius dan maksimal dalam membantu petugas SDA di rumah pompa, karena dari segi penghasilan jauh lebih besar dari petugas operator Pompa SDA.
"Seharusnya petugas Badan Air Lingkungan Hidup bisa kerja lebih rajin, dan tidak ada alasan untuk bermalas-malasan, harus bisa mensupport petugas pompa SDA," tuturnya.
Menurut Kent, sampah yang menumpuk di rumah pompa harus benar-benar diperhatikan agar tidak menghambat kerja dari pompa, dan jika dipaksakan pasti akan membuat pompa air rusak.
"Jika sampah sudah masuk ke dalam pompa, itu otomatis akan membuat kerja pompa menjadi lambat, karena sampah yang menyangkut di pompa dan jika dipaksakan bekerja pasti pompa akan rusak," tegas Kent.
Oleh karena itu, Kent meminta kepada Suku Dinas Sumber Daya Air dan Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) benar-benar bekerja dengan serius dan bersinergi dalam menangani banjir, agar warga terbebas dari ancaman banjir yang terjadi setiap tahun.
"Saya berusaha untuk memberikan solusi yang terbaik untuk masyarakat, supaya banjir yang sudah menahun di setiap wilayah ini bisa terselesaikan dengan baik," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/sidak-rumah-pompa.jpg)