Breaking News:

Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Tumpahan Minyak Paling Mencolok Terlihat di Lokasi Hilang Kontaknya Sriwijaya Air

Pantauan TribunJakarta.com, tumpahan minyak menjadi hal yang paling mencolok ketika pesawat mengitari kawasan Pulau Laki dan Pulau Lancang.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Kapten Penerbang CN-295, Gilang Pranajaya di Lanud Halim Perdanakusuma, Makasar, Jakarta Timur, Minggu (10/1/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Tumpahan minyak terlihat jelas dari udara di kawasan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Minggu (10/1/2021).

Selain kru dari TNI AU dan Basarnas, para awak media turut ikut dalam pencarian atau patroli melalui udara.

Take off dari Lanud Halim Perdanakusuma, beberapa awak media terbagi dalam sejumlah pesawat. Satu diantaranya dengan CN-295.

Pantauan TribunJakarta.com, tumpahan minyak menjadi hal yang paling mencolok ketika pesawat mengitari kawasan Pulau Laki dan Pulau Lancang.

Beberapa tumpahan minyak terlihat mengkilat dari kejauhan dan muncul kepermukaan laut.

Tentunya, hal ini membuat warna air laut dibeberapa titik kontras lantaran tumpahan minyak sudah tersebar.

Selain itu, terlihat juga kapal milik TNI AL, Basarnas, hingga kapal nelayan yang terus mencari di sekitar titik kordinat yang sudah ditandai, yang di mana menjadi koordinat terakhir pesawat Sriwijaya Air SJ-182 sebelum hilang kontak.

Kapten Penerbang CN-295, Gilang Pranajaya mengatakan penerbangan CN-295 berlangsung selama 1,5 jam dengan ketinggian rendah 500 feet di atas permukaan laut.

"Titik koordinat sudah kami lampaui dan kami lewati. Di situ terlihat ada beberapa kapal spead board pada saat kita terbang dengan ketinggian rendah 500 feet di atas permukaan laut, kita dapat melihat rekan angkatan laut dan penyelamnya sudah melakukan pencarian," jelasnya di Lanud Halim Perdanakusuma.

Selanjutnya, Gilang mengatakan bila pihaknya melaksanakan square pattern pada saat proses pencarian.

Di mana berarti melingkari target atau koordinat yang telah ditentukan semakin meluas, dengan harapan dapat menemukan objek-objek yang berpotensi lainnya.

Baca juga: Bantu Proses Evakuasi Sriwijaya SJ 182, Pemprov DKI Siapkan Posko hingga Kantong Jenazah

Baca juga: Keluarga Korban Kecelakaan Sriwijaya SJ 182 Berdatangan ke Posko Ante Mortem RS Polri Kramat Jati

Baca juga: Posko Crisis Center Bandara Soekarno-Hatta Mulai Sepi Keluarga Korban yang Cari Informasi

"Kita ada (mengitari) sekitar 10 sampai 15 kali dengan ketinggian berbeda-beda, mulai dari 500 feet di atas permukaan laut, untuk semakin meningkatkan jarak pandang. Kita agak lebih tinggi apabila sudah melihat ada sesuatu yang agak mencolok baru kita turun kembali, untuk memperjelas penglihatan dan pandangan. Tadi ada beberapa (mencolok) seperti tumpahan minyak," jelasnya.

Apapun hasil pencarian yang didapat melalui udara, nantinya akan di foto dan kemudian akan dilaporkan ke komando atas atau TNI Angkatan Laut.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved