Breaking News:

Pengikut Habib Rizieq Tewas

Komnas HAM Rilis Kasus Penembakan Laskar FPI, Kapolda Metro Jaya Tak Bereaksi, Pilih Menghindar

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran enggan berkomentar tentang temuan Komnas HAM terkait kasus tewasnya Laskar FPI di KM 50 Tol Japek.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (17/12/2020). Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran enggan berkomentar tentang temuan Komnas HAM terkait kasus tewasnya Laskar FPI di KM 50 Tol Japek. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran enggan berkomentar tentang temuan Komnas HAM terkait kasus tewasnya Laskar FPI dalam perisitiwa di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Mantan Kapolda Jawa Timur itu bungkam saat ditanya perihal temuan Komnas HAM.

Hal itu terlihat ketika Fadil mengunjungi Posko Kampung Tangguh Jaya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/1/2021).

Pantauan TribunJakarta.com, Fadil langsung bergegas menuju mobil Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus juga mendampingi Fadil di mobil tersebut.

Sebelumnya, berdasarkan kesimpulan yang telah dirumuskan, Tim Penyelidik Komnas HAM merekomendasikan sejumlah hal terkait tewasnya enam Laskar FPI oleh Kepolisian pada Senin (7/12/2020) dini hari lalu.

Komisioner Komnas HAM M Choirul Anam mengatakan rekomendasi tersebut di antaranya agar kasus tewasnya empat dari enam Laskar FPI harus dilanjutkan ke penegakan hukum dengan mekanisme pengadilan Pidana guna mendapatkan kebenaran materiil lebih lengkap dan menegakkan keadilan karena peristiwa tersebut merupakan kategori dari pelanggaran HAM.

Baca juga: Keluarga Laskar FPI yang Tewas Ajukan Gugatan Praperadilan, Begini Jalannya Sidang Perdana 

"Peristiwa tewasnya empat orang Laskar FPI merupakan kategori dari pelanggaran HAM. Oleh karenanya, Komnas HAM merekomendasikan kasus ini harus dilanjutkan ke penegakan hukum dengan mekanisme pengadilan Pidana guna mendapatkan kebenaran materiil lebih lengkap dan menegakkan keadilan," kata Anam saat konferensi pers pada Jumat (8/1/2021) seperti dikutip Tribunnews.com.

Kedua, kata Anam, Komnas HAM merekomendasikan endalami dan melakukan penegakan hukum terhadap orang-orang yang terdapat dalam dua mobil avanza hitam B 1739 PWQ dan avanza silver B 1278 KJD.

Berdasarkan keterangan saksi dan hasil identifikasi rekaman CCTV serta analisis rekaman percakapan dua mobil tersebut terlibat aktif dalam pembuntutan terhadap rombongan Rizieq, namun tidak diakui sebagai mobil milik petugas Polda Metro Jaya yang sedang melaksanakan tugas pembuntutan tersebut.

"Ketiga, mengusut lebih lanjut kepemilikan senjata api yang diduga digunakan oleh Laskar FPI," kata Anam.

Baca juga: Satu Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, Penumpang Berasal dari Kramat Jati, Cek Identitasnya

Keempat, Komnas HAM meminta proses penegakan hukum, akuntabel, objektif dan transparan sesuai dengan standard Hak Asasi Manusia.

"Laporan Penyelidikan ini akan di sampaikan kepada Presiden dan Menkopolhukam. Komnas HAM RI berharap pengungkapan peristiwa kematian enam Laskar FPI secara transparan, proses keadilan yang profesional dan kredibel," kata Anam. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved