Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Penjelasan Gubernur Banten Soal PPKM, Peraturan Hampir Sama Dengan PSBB

Namun, lebih diperketat lagi soal pengawasan dan pemberlakuan sanksi dendanya.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Gubernur Banten Wahidin Halim saat melakukan rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Pendopo Bupati, Senin (11/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Gubernur Banten, Wahidin Halim menekankan kalau aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di daerahnya masih sama dengan peraturan PSBB sebelumnya.

Namun, lebih diperketat lagi soal pengawasan dan pemberlakuan sanksi dendanya.

Wahidin menekankan satu dari beberapa pembatasan yang diperketat pengawasannya adalah kapasitas transportasi umum yang hanya dibatasi maksimal 50 persen.

"Pembatasan angkutan umum ada aturannya kan, dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas saja sama seperti PSBB," kata Wahidin di Pendopo Bupati, Senin (11/1/2020).

Selain membatasi jumlah penumpang di angkutan umum, jam operasional kendaraan umum dengan trayek dibatasi mulai pukul 04.30 WIB.

Pelayanan transportasi pun harus tepat waktu dan sesuai dengan kebutuhan.

"Kalau aturan intinya kita masih sama dengan PSBB kemarin, tapi ini lebih diperketat lagi mengikuti Intruksi dari Kemendagri untuk membatasi kegiatan masyarakat," sambungnya.

Wahidin juga mengimbau agar masyarakat benar-benar membatasi kegiatan yang mengundang keramaian agar penyebaran Covid-19 tidak semakin bertambah.

Dia juga meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku dan tidak menyepelekan pandemi Covid-19.

"Masyarakat jangan membuat kegiatan yang mengundang banyak orang, karena itu sangat berpotensi menyebarkan Covid-19. Sekarang juga malah tambah 4M," ujar Wahidin.

Dikesempatan yang sama, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan hal yang sama kalau PPKM di Kabupaten Tangerang sama dengan PSBB sebelumnya.

"Kurang lebih garis besarnya sama kayak PSBB kemarin mulai dari pembatasan transportasi, tempat makan dan segala macam kegiatan," ujar Zaki.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved