Breaking News:

Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Keluarga Penumpang Sriwijaya Air Harap Ada Pendampingan Psikologis untuk Anak-anak Korban

Meizar mengatakan empat keponakannya yang kini bersama pihak keluarga besar di Pontianak mengalami trauma mengetahui musibah menimpa sang ibu.

TribunJakarta/Bima Putra
Keluarga penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang mendatangi posko antemortem DVI di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/1/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Meizar, berharap ada pendampingan psikologis kepada empat keponakannya atas musibah yang menimpa ibu mereka, Panca Widia Nursanti.

Setelah mendapat kabar duka bahwa pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang dinaiki Widia pada Sabtu (9/1/2021) mengalami kecelakaan.

Meizar mengatakan empat keponakannya yang kini bersama pihak keluarga besar di Pontianak mengalami trauma mengetahui musibah menimpa sang ibu.

"Untuk trauma healing anak-anak karena ibunya Ini anak-anaknya masih kecil-kecil. Almarhumah meninggalkan empat orang anak, satu laki-laki dan tiga perempuan," kata Meizar di RS Polri Kramat Jati, Selasa (12/1/2021).

Pertimbangan keempat anak Widia masih trauma membuat pihak keluarga sepakat tak membawa mereka ke Jakarta menanti proses identifikasi yang masih berjalan.

Pun sampel DNA yang jadi data antemortem keperluan identifikasi jenazah Widia diambil dari empat anak karena memiliki hubungan sedarah.

"Saya kurang tahu Apakah di sana (Pontianak) ada lembaga KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) karena sebenarnya ini juga ada peran KPAI," ujarnya.

Baca juga: Tiba Sore Ini, 11.140 Warga Depok Akan Terima Vaksin Covid-19 Tahap Awal

Baca juga: Soal Kasus Prostitusi Dibawah Umur di Apartemen Green Pramuka, Manajemen Perketat Pengawasan

Baca juga: Proyek Flyover Tapal Kuda di Lenteng Agung dan Tanjung Barat Molor, Baru Rampung Maret 2021

Meizar menuturkan untuk sekarang pendampingan psikologis untuk keempat anak Widia dilakukan pihak keluarga besar semampu mereka.

Namun pihaknya berharap ada pendampingan tenaga profesional dari psikolog yang mengerti betul penanganan trauma kepada anak.

Bila nantinya jenazah Widia teridentifikasi oleh Tim DVI, pihak keluarga berencana membawa jenazah ke Pontianak untuk dimakamkan di sana.

"Kita berharap ini (kecelakaan pesawat) yang terakhir ya, jangan terjadi lagi. Kita akan bawa (jenazah) ke Pontianak kita akan makamkan di sana secara Islam, kita berharap secepatnya tidak terlalu lama menunggu," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved