Breaking News:

Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Keluarga Akan Memakamkan Asy Habul Yamin dan YouTuber Faisal Rahman di TPU Tanah Kusir

Kakak beradik Asy Habul Yamin (36) dan Faisal Rahman (30) rencananya akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir.

Instagram @classics_faisal va Tribun Pontianak
Kolase foto musisi dan YouTuber Faisal Rahman alias Fay yang turut menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Sabtu (9/1/2021). Pihak keluarga rencananya akan memakamkan Faisal Rahman dan sang kakak Asy Habul Yamin di TPU Tanah Kusir. Sampai saat ini baru jenazah Asy Habul Yamin yang teridentifikasi, sementara Faisal Rahman belum. 

Jenazah Asy Habul Yamin masuk dalam manifes Sriwijaya Air SJ-182 tercatat dalam nomor 40.

Berbeda dari jenazah lain yang sebelumnya teridentifikasi, Tim DVI Polri mendapati bagian tubuh jenazah Asy Habul Yamin pada dua kantong jenazah, nomor 00729 dan 0029.

Kapus Inafis Mabes Polri Brigjen Hudi Suryanto menjelaskan, jenazah Asy Habul Yamin teridentifikasi berdasar hasil pencocokan sidik jari data antemortem dengan posmortem.

Baca juga: Baru FDR Sriwijaya Air SJ-182 dan 2 Unit Underwater Locator Beacon yang Baru Ditemukan Tim Penyelam

Bedanya sidik jari yang digunakan bukan telunjuk kanan, melainkan jempol. Hasilnya ditemukan 12 titik kecocokan sehingga identifikasi akurat.

"Satu (sidik jari) diambil dari e-KTP, yang satu diambil dari sidik jari korban, jempol kanan. Jadi untuk mengidentifikasi itu yang mudah diambil dari sampel jempol dan telunjuk," ucap Hudi.

Pewaris Bisnis Keluarga

Faisal Rahman dan Asy Habul Yamin merupakan kakak beradik. Asy Habul Yamin kakak sulung dan Faisal Rahman adik bungsu. Keduanya berangkat dari Sintang ke Jakarta sebelum Natal 2020 lalu.

Mereka rutin untuk berbelanja pakaian dalam jumlah besar. Keduanya dipercaya sebagai pewaris bisnis keluarga berupa pakaian dengan nama toko Cahaya Busana Sintang.

“Ke Jakarta karena memang aktivitas keluarga ini kan pebisnis jual beli pakaian,” kata Budi Kurniawan, juru bicara keluarga seperti dilansir Tribun Pontianak, Selasa (12/1/2021).

Asy Habul Yamin sudah mengelola Toko Cahaya Busana sejak tahun 2010. Sementara Faisal Rahman baru beberapa bulan terakhir dipercaya orangtuanya.

Kepergian Faisal Rahman ke Jakarta bersama Asy Habul Yamin merupakan kali pertama dalam rangka belajar belanja pakaian untuk bisnis keluarga.

Baca juga: Review Anime One Piece 957, Sabo Bukan Terbunuh Tetapi Dianggap Sebagai Pembunuh

“Situasi seperti sekarang, bisnis keluarga dilimpahkan kepada anaknya terutama yang tua. Asy Habul Yamin diminta mengajar dan mendidik adiknya cara belanja pakaian dan segala macam."

"Orangtuanya pun mau mengalihkan itu semua ke anaknya. Memang aktivitas mereka sering ke Jakarta-Pontianak, kadang sebulan di sini, terus ke Jakarta,” cerita Budi.

Adik Asy Habul Yamin Konten Kreator

Asy Habul Yamin dan Faisal Rahman putra pasangan Masrizal dan Mariyati ini tercatat sebagai warga Jalan MT Haryono, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Faisal Rahman memiliki akun IG @Classics_fay dengan 19 ribu followers. Dalam profilnya, pria yang akrab disapa Fay memiliki usaha penjualan pakaian bernama Toko Cahaya Busana.

Ia juga menuliskan dirinya sebagai produser musik, pianis dan gitaris. Karyanya bisa dilihat di akun Youtubenya Dunia Malam TV (DM.TV).

Di berbagai karyanya, Fay mencantumkan dirinya sebagai pengisi suara, music dan sound serta legal content.

Fay banyak menampilkan kepiawaian dalam memainkan alat musik dan olah vokal di setiap unggahannya.

Postingan Fay di Instagram maupun konten YouTubenya dibanjiri doa dari para warganet setelah tahu dirinya masuk dalam daftar manifes Sriwijaya Air SJ-182.

Fay mengenyam pendidikan di MIN Sintang, lanjut ke Yogyakarta dan terakhir lulus dari Binus University, jurusan Ilmu Kumputer 2007-2013.

Baca juga: Jelang Pendaftaran Seleksi CPNS 2021, Simak Perbandingan Gaji PNS dengan PPPK

Meski tak punya pertalian darah, Budi menganggap keduanya layaknya adik sendiri karena sudah mengenalnya sejak kecil.

“Harapan kami tidak banyak. Andai kata sudah tidak selamat, minimal jasadnya ada. Itu harapan kami. Kami pun di sini cuma bisa berharap ada mukjijzat. Selamat itu harapan terbesar kita,” kata Budi.

Pesawat Sriwijaya Air Sj-182 yang dijadwalkan yang terbang pukul 13.25 WIB mengalami delay, dan baru lepas landas pada pukul 14.36 WIB.

Alasannya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 delay karena cuaca di Bandara Soekarno-Hatta hujan lebat saat akan take off pukul 13.25 WIB.

Pesawat tersebut kemudian hilang kontak dengan menara pengawas terjadi pada Sabtu sore, pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan sekitar Pulau Laki, Kabupaten Kepulauan Seribu.

Di pesawat tersebut diawaki 6 awak aktif, dengan rincian penumpang 40 dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi dan 6 awak Nam Air sebagai penumpang.

Artikel ini disarikan dari berita TribunJakarta.com dan Tribunpontianak.co.id dengan judul: Berikut 3 Jenazah Penumpang Sriwijaya Air yang Teridentifikasi: Satunya Co Pilot Fadly Satrianto; dan Budi Ungkap Faisal Rahman dan Asyhabul Yamin Dialihkan dari Pesawat Nam Air ke Sriwijaya Air SJ182

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved