Rizieq Shihab Tersangka

Rizieq Shihab Jadi Tersangka Lagi, Pengacara Sebut Instrumen Hukum Dikendalikan Penguasa Zalim

Menurutnya, penetapan tersangka terhadap Rizieq Shihab oleh Bareskrim Polri merupakan bentuk kezaliman.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Bima Putra
Kuasa hukum Rizieq Shihab, Aziz Yanuar saat memberi keterangan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (7/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Pengacara Muhammad Rizieq Shihab, Aziz Yanuar, menanggapi penetapan tersangka kliennya dalam kasus tes swab di RS UMMI, Bogor, Jawa Barat.

Menurutnya, penetapan tersangka terhadap Rizieq Shihab oleh Bareskrim Polri merupakan bentuk kezaliman.

"Sangat jelas terlihat bahwa orkestra melalui instrumen hukum yang menimpa HRS saat ini telah dikendalikan oleh kekuasaan politik dari penguasa zalim. Kezaliman ini sudah sangat-sangat melampaui batas," kata Aziz dalam keterangannya, Rabu (13/1/2021).

Dalam kasus ini, Aziz menilai Rizieq Shihab memiliki hak untuk tidak mempublikasikan rekam medis kondisi kesehatannya.

Menurutnya, upaya paksa untuk mengungkap riwayat kesehatan pasien adalah tindakan yang bertentangan dengan Undang-Undang.

"Penerapan Pasal 14 UU Nomor 1 Tahu  1946 terhadap HRS dalam kasus di RS UMMI Bogor adalah jelas merupakan upaya untuk tetap melakukan isolasi terhadap HRS dalam penjara," ujar dia.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tes swab di RS UMMI Bogor.

Ketiganya yakni Habib Rizieq Shihab, Hanif Alatas selaku menantu Rizieq, dan dr Tatat selaku Direktur Utama RS UMMI Bogor.

Polri menjelaskan soal peran Hanif Alatas dalam kasus ini.

Hanif disebut melanggar Pasal 55 atau 56 KUHP dan Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU No 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Baca juga: Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Rizieq Shihab, Polisi: Ini Bukti Penyidik Bekerja Sesuai Aturan

"Membantu kasus, pokoknya menghalang-halangi proses pencegahan penyebaran penyakit menular," kata Dirtipidum Bareskrim Brigjen Pol Andia Rian kepada wartawan, Selasa (12/1/2021).

Hanif, dikatakan Andi, tidak kooperatif membantu Satgas Penanganan Covid-19 wilayah Bogor.

"Tidak dikasih data, enggak dibuka informasi itu (hasil tes swab) karena kan informasi itu harus masuk ke dalam sistem harus dilaporkan di sistem. Nah di sistem itu tidak dilaporkan," kata Andi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved