Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Mengapa Cuma 181 Juta Penduduk Indonesia yang Terima Vaksin Corona? Ini Penjelasannya

Untuk menyuntikkan vaksin virus corona kepada 181 juta orang, pemerintah membutuhkan sekitar 426 juta dosis.

ISTIMEWA/Tangkap layar akun Youtube BPMI Setpres
Prof Abdul Mutalib, Wakil Ketua Tim Dokter Kepresidenan menyuntikkan vaksin Corona Sinovac ke Presiden Joko Widodo, Rabu (13/1/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM -  Pemerintah menargetkan, program vaksinasi dapat selesai dalam 15 bulan atau dari Januari 2021 hingga Maret 2022.

Rencananya ada 181 juta orang yang menerima vaksin virus corona baru.

Untuk menyuntikkan vaksin virus corona kepada 181 juta orang, pemerintah membutuhkan sekitar 426 juta dosis.

"Masing-masing orang butuh 2 dosis, kami masukan buffer 15% dan memakai asumsi efikasi rate 60%, keluar dengan angka 426 juta dosis yang dibutuhkan vaksinasi ke 181 juta," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Selasa (12/1).

Budi menjelaskan, angka 426 juta dosis vaksin berasal dari jumlah penduduk Indonesia sekitar 269 juta jiwa. Kemudian, penduduk usia di atas 18 tahun ada 188 juta jiwa. 

"Dari 188 juta jiwa, kami keluarkan orang-orang yang masuk daftar ekslusi, yaitu ibu hamil, orang dengan komorbit berat, atau sudah pernah terpapar Covid-19 ada sekitar 7 juta orang. Maka, target vaksinnya 181 juta orang," ungkapnya.

4 tahap vaksinasi

Menteri Kesehatan mengatakan, vaksinasi perdana akan menyasar tenaga kesehatan.

Tahap pertama ini menargetkan 1,48 juta tenaga kesehatan yang berlangsung dari Januari hingga Februari 2021.

Setelah tenaga kesehataN, vaksinasi membidik petugas pelayanan publik dan kelompok lanjut usia (lansia).

Halaman
123
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved