Ada Relief Bersejarah di Gedung Sarinah, Tim Ahli Cagar Budaya Ungkap Beberapa Kerusakan

Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) sempat melihat relief bersejarah di Gedung Sarinah, ada bagian relief yang sudah rusak.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Wahyu Septiana
Dok. Kementerian BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir saat meninjau Gedung Sarinah, Jumat (15/1/2021).(Dok. Kementerian BUMN) Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) sempat melihat relief bersejarah di Gedung Sarinah, ada bagian relief yang sudah rusak. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) sempat melihat relief bersejarah di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, pada Mei hingga Oktober 2020.

Anggota TACB, Candrian Attahiyat, mengatakan kunjungannya itu berdasarkan undangan dari pihak Gedung Sarinah yang memintanya untuk melihat-lihat relief tersebut. 

Dia mengatakan, ada bagian relief yang rusak.

"Saya amati ada beberapa luka (di relief). Maksudnya tuh kerusakan, itu ada pada tangan yang rusak di sosok tangan (relief) petani sampai terlihat beton tulangnya," kata Candrian, saat dihubungi Wartawan, Senin (18/1/2021).

"Lantas juga ada beberapa cat, tapi itu masih bisa kita toleransi dan diperbaiki," lanjutnya. 

Namun, kata dia, ada satu relief yang sangat mengganggu pandangannya, yakni patung sosok petani.

"Ada satu lagi yang sangat mengganggu, ada satu patung besar petaninya itu sebagian wajah dan badannya itu, jadi ada pertemuan dengan sudut tembok," ujar Candrian.

Baca juga: Rekan Dikeroyok di Kebayoran Lama, Puluhan Driver Ojol Datangi Tempat Ini, Buru Pengendara Fortuner

Baca juga: Operasi SAR Sriwijaya Air SJ-182 Kembali Diperpanjang, Berlangsung Hingga 21 Januari 2021

Dia menilai, kerusakan tersebut diduga karena kelalaian petugas operasional Gedung Sarinah.

"Kerusakan karena faktor usia itu tidak mungkin, karena lokasinya terlindungi di ruang tertutup. Tetapi ada faktor ketidakpahaman, ketika membuat tempat itu menjadi ruang mesin sehingga sebagian wajah dan tubuhnya itu tertempel tembok," tuturnya. 

Mungkin juga, kata dia, rusaknya patung tersebut karena aktivitas pembangunan Gedung Sarinah pada 1984-an.

“Mungkin juga patahnya dari tangan petani itu karena aktivitas operasional mekanik di sana,” tambahnya.

Baca juga: Heran Wajahnya Disebut Pucat, Wali Kota Airin Perlihatkan Ini 4 Hari setelah Terima Vaksin Covid-19

Berdasarkan data TACB, lanjut Candrian, ada belasan sosok nelayan, perempuan, petani, hingga kekayaan hasil bumi yang ada di relief tersebut.

Namun, Candrian tak ingat jumlah patungnya karena saat itu lokasinya cukup sempit dan masih dipenuhi tempat perkantoran. 

Candrian hanya mengingat celah untuk masuk ke ruangan adanya relief itu sangat selebar 50 sentimeter.

Bahkan, Candrian pun harus menyusuri gang sempit yang terdapat bekas pipa-pipa listrik yang telah dipadamkan. 

Baca juga: Istri Isa Bajaj Teriak Elo Orang Gila Ya, Punggung Pria Pelaku Eksibisionis Kena Lemparan Batu

"Saya masuk ke dalam ruangan cuma pandangan untuk melihat relief, itu tidak bisa leluasa karena harus dongak dan miring. Jadi sama sekali tidak dapat info detail, tapi relief itu sejak awal ada di situ," tuturnya.

"Perkiraan saya, setelah terbakar tahun 1984, kemungkinan ada semacam pembaharuan atau renovasi yang membutuhkan ruang mekanikal elektrik jadi digunakan itu," tutup dia. 

Sebelumnya, masyarakat dihebohkan dengan foto-foto relief bersejarah di media sosial.

Baca juga: Pengendara Fortuner Brutal Keroyok Ojol di Kebayoran Lama, Saksi: Sudah Jatuh, Tapi Masih Ditendang

Foto-foto relief tersebut berada di dalam Gedung Sarinah dan sempat dilihat langsung Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved