Gelar Deklarasi Damai Pasca Tawuran di Manggarai, Polisi Kumpulkan 100 Sidik Jari Warga  

Warga RW 04 Kelurahan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, menggelar deklarasi damai pascatawuran yang terjadi kawasan tersebut.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Polisi mengambil sidik jari salah satu warga Manggarai, Jakarta Selatan, saat acara deklarasi damai setelah aksi tawuran di kawasan tersebut, Selasa (19/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Warga RW 04 Kelurahan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, menggelar deklarasi damai pascatawuran yang terjadi kawasan tersebut.

Deklarasi damai yang digelar di kantor Sekretariat RW 04 Manggarai ini dihadiri aparat tiga pilar Jakarta Selatan, Selasa (19/1/2021).

Beberapa di antaranya adalah Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Jimmy Christian Samma, Kasat Binmas Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Wahyu, Kapolsek Tebet Kompol Budi Cahyono, Kanit Reskrim Polsek Tebet AKP Agus Herwahyu Adi, Camat Tebet Dyan Airlangga, dan Ketua RW 04 Manggarai Daud Haris.

"Kita di sini membuat deklarasi atau perjanjian damai antara masyarakat yang ada di bawah dan di atas. Kita tidak ingin terulang lagi kejadian yang sama, apalagi ini wilayahnya masih satu RW," ujar Jimmy di lokasi.

Tak hanya itu, warga yang ikut dalam deklarasi damai ini juga diambil sidik jarinya.

Jimmy mengatakan, pengambilan sidik jari warga bertujuan untuk memudahkan proses identifikasi jika tawuran kembali terulang.

"Sidik jari kita ambil untuk mengidentifikasi kira-kira apabila nanti ke depannya terjadi tawuran lagi. Teman-teman yang kita ambil sidik jarinya bisa kita identifikasi dengan cepat. Ada sekitar 80 sampai 100 orang yang diambil sidik jarinya," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Seorang pria berinisial AG diidentifikasi polisi sebagai provokator dalam aksi tawuran di Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (18/1/2021).

"Sudah, sudah kita identifikasi yang provokatornya. Inisialnya AG, usianya sekitar 20 tahun ke atas," kata Kapolsek Tebet Kompol Budi Cahyono saat ditemui di Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa (19/1/2021).

Polisi telah meneliti data-data identitas AG, termasuk catatan kasus kriminal yang pernah dilakukan.

Ternyata, AG merupakan seorang residivis kasus pencurian.

"Setelah kita cek, semuanya kan kelihatan tuh. Ternyata dia residivis, kasusnya Pasal 363 (pencurian dengan pemberatan)," ungkap Budi.

Pelaku AG, jelas Budi, berasal dari Geng Tuyul atau warga Manggarai bawah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved