Breaking News:

Kasus Asusila Sesama Jenis di Wisma Atlet, Tenaga Kesehatan Tak Dijadikan Tersangka, Ini Alasannya

Polres Metro Jakarta Pusat tidak menetapkan tenaga kesehatan Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran sebagai tersangka.

TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat menetapkan pasien Covid-19 dari RSD Wisma Atlet Kemayoran sebagai tersangka tindak asusila sesama jenis, Selasa (19/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Polres Metro Jakarta Pusat tidak menetapkan tenaga kesehatan Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran sebagai tersangka.

Alasannya, karena tenaga kesehatan yang tak disebutkan identitas maupun inisialnya ini tidak pernah menyebarluaskan foto-foto mesumnya bersama pasien Covid-19 di sana.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Burhanudin, pun mengatakan belum ada undang-undang yang mengatur jika seorang berbuat mesum tapi tidak menyebarluaskan melalui foto dan video, tak dapat dijadikan tersangka.  

"Karena undang-undang kita belum ada yang mengatur. Jadi kami tegaskan yang kami terapkan yaitu Pasal 36 Juncto Pasal 10 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008, tentang Pornografi," kata Burhanudin, saat konferensi pers, Selasa (19/1/2021).

Polisi juga menjerat JN dengan Pasal 27 Ayat  Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016, tentang Transaksi Elektronik.

"Karena yang menyebarkan konten pornografi atau asusila ya si pasien Covid-19 RSD Wisma Atlet Kemayoran ini (JN)," tambahnya.

Polres Metro Jakarta Pusat menetapkan JN (23), pasien Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran yang melakukan tindak asusila sesama jenis, Selasa (19/1/2021).
Polres Metro Jakarta Pusat menetapkan JN (23), pasien Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran yang melakukan tindak asusila sesama jenis, Selasa (19/1/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

Dia menambahkan, Polres Metro Jakarta Pusat pun telah mengamankan barang bukti dari tangan tersangka berupa dua ponsel pintar.

JN, dikatakan Burhanudin, bekerja sebagai barista di toko minuman kawasan Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. 

Baca juga: Polisi Tetapkan Pasien Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran Jadi Tersangka Tindak Asusila 

Baca juga: Dijuluki God Father, AG Provokator Tawuran di Manggarai Berstatus Residivis Kasus Pencurian

Akibatnya, polisi menjerat JN dengan Pasal 36 Juncto Pasal 10 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008, tentang Pornografi.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved