Breaking News:

Lurah di Bekasi Berharap Distribusi Bantuan Sosial Tunai Bisa Dikirim Langsung ke Rumah Warga

Di wilayah Kelurahan Pejuang misalnya, pada saat distribusi BST dilakukan dengan metode terakomodir melalui pengurus RW.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Warga RW 05 Kelurahan Kenari penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) berpose dengan menunjukkan uang yang diterimanya, di kawasan Kelurahan Kenari, Jakarta, Rabu (6/1/2021). Pemerintah menyalurkan BST untuk empat bulan kedepan sebesar Rp300 ribu per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang diberikan langsung kepada warga melalui petugas PT Pos Indonesia dan bank-bank milik negara. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN SATRIA - Lurah Pejuang Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi Isnaini berharap, distribusi bantuan sosial tunai (BST) bisa disalurkan langsung ke rumah-rumah warga.

Hal ini menyusul kegiatan distribusi BST yang sudah dilakukan beberapa pekan lalu, penerima bantuan mengambil di satu titik yang berada lingkungan RW tempat tinggalnya.

"Saya pribadi lebih setuju itu (distribus BST) diberikan dari rumah ke rumah ya," kata Isnaini saat dikonfirmasi, Selasa (19/1/2021).

Di wilayah Kelurahan Pejuang misalnya, pada saat distribusi BST dilakukan dengan metode terakomodir melalui pengurus RW.

Pihaknya mendapatkan mandat dari PT Pos Indonesia untuk membantu mendistribusikan undangan pengambilan BST.

Ribuan undangan itu kata Isnaini, belum tersusun rapi, petugas kelurahan lalu memilah berdasarkan RT/RW baru kemudian dibagikan ke warga.

"Kita diberikan undangan dari PT Pos yang jumlahnya 3000an, kita susun dulu tuh per RT/RW-nya, baru kita bagikan ke warga," tegasnya.

Undangan itu berisi informasi untuk warga penerima BST agar mengambil uang Rp300 ribu sesuai jadwal yang ditetapkan PT Pos Indonesia.

Pembagian dilakukan di tingkat RW, pihak kelurahan bersama pengurus RW setempat membantu mendampingi memilih tempat yang representatif agar berjalan kondusif.

"Saya juga memastikan kepada petugas pamor (petugas kelurahan) supaya pemilihan tempat distrubusi BST dipilih yang representatif supaya bisa terapkan prokes," tegasnya.

Kebijakan distribusi BST kata dia, tetap dipegang PT Pos Indonesia, mereka telah dimandat Kementerian Sosial (Kemensos) untuk membagikan bantuan berupa uang Rp300 ribu.

"Kebijakan distribusi BTS kan ada di PT Pos yang bisa jawab kenapa enggak diantar langsung ke rumah-rumah mereka yang bisa jawab," tegasnya. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved