Breaking News:

Ditanya Kasus Pelanggaran HAM di Peristiwa Penembakan Anggota FPI, Ini Jawaban Calon Tunggal Kapolri

Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri ditanya terkait pelanggaran HAM penembakan anggota Front Pembela Islam (FPI).

Istimewa
Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menjalani fit and proper test di Komisi III DPR, Rabu (20/1/2021) 

TRIBUNJAKARTA.COM - Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri ditanya terkait pelanggaran HAM penembakan anggota Front Pembela Islam (FPI).

Pertanyaan pelanggaran HAM saat terjadi bentrok FPI dengan Polda Metro Jaya, ditanyakan saat fit and propertest di Gedung DPR RI.

Calon tunggal kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengaku bakal menindaklanjuti rekomendasi Komnas HAM atas bentrokan anggota Polda Metro Jaya dan laskar Front Pembela Islam (FPI).

TONTON JUGA:

“Kami dalam posisi sikap mematuhi dan menindaklanjuti rekomendasi dari Komnas, tentunya kita akan ikuti,” kata Listyo saat mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR, Rabu (20/1/2021).

Baca juga: Anak yang Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar Karena Warisan, Meninggal Dunia Sehari Sebelum Sidang

Baca juga: 39 Lowongan Kerja di Jakarta Smart City: Gaji Terendah Rp 5,8 Juta, Ini Syarat-Syaratnya

Baca juga: Polisi Berhasil Amankan ART Pembuang Mayat Bayi di Pulogadung, Begini Kronologinya

Baca juga: Komentar Kubu Rizieq Shihab Terkait Gelar Perkara Kasus Kerumunan Raffi Ahmad

Diketahui, dari peristiwa yang terjadi pada 7 Desember 2020 itu, terdapat enam anggota laskar FPI yang tewas ditembak polisi karena diduga menyerang petugas.

Komnas HAM menyimpulkan tewasnya empat dari enam anggota laskar FPI itu merupakan pelanggaran HAM. Sebab, keempatnya tewas ketika sudah dalam penguasaan aparat kepolisian.

Atas kesimpulan itu, Komnas HAM merekomendasikan agar tewasnya empat anggota laskar FPI dilanjutkan ke pengadilan pidana.

Komnas HAM juga merekomendasikan adanya pengusutan terhadap kepemilikan senjata yang diduga digunakan laskar FPI.

Rekomendasi lain Komnas HAM adalah pengusutan terhadap dua mobil yang membuntuti rombongan pemimpin FPI Rizieq Shihab, tetapi tidak diakui sebagai mobil polisi.

Untuk menindaklanjuti temuan serta rekomendasi Komnas HAM, kapolri saat ini, Jenderal (Pol) Idham Azis telah membentuk tim khusus yang terdiri dari Bareskrim Polri, Divisi Hukum Polri, dan Divisi Propam Polri.

Tim khusus tersebut bertugas menyelidiki dugaan pelanggaran HAM oleh oknum polisi terhadap empat laskar FPI yang tewas.

Editor: Suharno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved