Breaking News:

Polisi Sebut Pelaku Tawuran di Manggarai Bisa Dijerat Pasal Karantina Kesehatan

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Jimmy Christian Samma mengatakan pelaku tawuran di Manggarai

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Annas Fuqon Hakim
Kondisi di sekitar Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, setelah terjadinya tawuran antarwarga, Senin (18/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Jimmy Christian Samma mengatakan pelaku tawuran di Manggarai bisa dijerat Pasal 93 Undang-Undang Karantina Kesehatan.

Sebab, tawuran tersebut menimbulkan kerumunan dan berpotensi menyebarkan Covid-19.

"Kalau karantina kesehatan bisa juga nanti kita lihat. Ketika unsur-unsurnya terpenuhi pasti kita kenakan," kata Jimmy kepada wartawan, Rabu (20/1/2021).

"Termasuk provokasi dan sebagainya juga akan kita lihat. Tergantung konteksnya, kejahatan atau unsur-unsur apa yang terpenuhi," tambahnya.

Saat ini, polisi tengah memburu seorang pria berinisial AG yang diduga sebagai provokator tawuran di Manggarai.

Polisi telah meneliti data-data identitas AG, termasuk catatan kasus kriminal yang pernah dilakukan. Ternyata, AG merupakan seorang residivis kasus pencurian.

Baca juga: Gelar Deklarasi Damai Pasca Tawuran di Manggarai, Polisi Kumpulkan 100 Sidik Jari Warga  

"Setelah kita cek, semuanya kan kelihatan tuh. Ternyata dia residivis, kasusnya Pasal 363 (pencurian dengan pemberatan)," ungkap Kapolsek Tebet Kompol Budi Cahyono, Selasa (19/1/2021).

Pelaku AG, jelas Budi, berasal dari Geng Tuyul atau warga Manggarai bawah.

Ia bukan orang yang melempar air seni ke arah lawannya di Geng Gemtas (Manggarai atas), melainkan menyuruh rekan-rekannya melakukan perbuatan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved