Breaking News:

Simak Bahaya Rapid Test Antigen Mandiri, Bikin Syok dan Panik

Bahaya bila rapid test antigen dilakukan secara mandiri. Rapid test antigen harus dilakukan oleh tenaga kesehatan atau ahlinya.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Polres Metro Tangerang Kota memberikan Rapid Tes Antigen secara gratis di Rest Area KM 13,5 Jalan Tol Jakarta-Merak untuk 50 orang, Rabu (23/12/2020).Bahaya bila rapid test antigen dilakukan secara mandiri. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Bahaya bila rapid test antigen dilakukan secara mandiri.

Rapid test antigen harus dilakukan oleh tenaga kesehatan atau ahlinya.

Bila rapid test antigen dilakukan secara mandiri maka akan berpotensi munculnya false positive atau false negative.

Demikian dikatakan Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman.

Hasil tersebut diakibatkan karena kesalahan mendasar dari teknik atau pemahaman pemeriksaan penunjang.

Karena itu membaca hasil tes harus dilakukan oleh dokter atau tenaga ahli.

"Di Australia sekalipun tidak ada pemeriksaan antigen sendiri. Karena berbahaya. Banyak negara maju mendasarkan rapid test antigen based on lab. Tetap ada lab walaupun kecil," ujar Dicky kepada Kompas.com, (17/1/2021).

Simak Bahaya Rapid Test Antigen Mandiri

Dikutip dari Kompas.com, dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), DR dr Sarwastuti Hendradewi, SpTHT-KL(K) mengatakan, ada beberapa risiko kesehatan yang bisa terjadi jika swab tidak dilakukan oleh tenaga profesional.

Suasana rapid test dan rapid test antigen di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (29/12/2020).
Suasana rapid test dan rapid test antigen di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (29/12/2020). (TRIBUNJAKARTA/NUR INDAH FARRAH)

Kesalahan hasil pemeriksaan

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved