Breaking News:

Simak Bahaya Rapid Test Antigen Mandiri, Bikin Syok dan Panik

Bahaya bila rapid test antigen dilakukan secara mandiri. Rapid test antigen harus dilakukan oleh tenaga kesehatan atau ahlinya.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Polres Metro Tangerang Kota memberikan Rapid Tes Antigen secara gratis di Rest Area KM 13,5 Jalan Tol Jakarta-Merak untuk 50 orang, Rabu (23/12/2020).Bahaya bila rapid test antigen dilakukan secara mandiri. 

Kesalahan dalam pengambilan sampel untuk pemeriksaan bisa memberikan hasil yang tidak tepat. Menurutnya, bisa jadi hasil pemeriksaannya harusnya positif, tapi karena tempat pengambilannya salah, hasilnya menjadi negatif.

Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah swab nasofaring dilakukan melalui lubang hidung. Dalam hidung terdapat banyak pembuluh darah dan lapisan kulit dalam (mukosa) yang tipis. Oleh karena itu, orang awam yang tidak memahami struktur anatomi hidung dan tidak mengetahui bagian yang harus diambil tidak diperkenankan untuk melakukan swab mandiri.

Pendarahan di hidung

Dewi menjelaskan, penyebab munculnya rasa sakit ini karena orang yang hendak di-swab memiliki struktur hidung bengkok, sehingga rongga hidung lebih sempit. Hal ini juga berpotensi membuat tangkai yang terkena mukosa putus dan berakibat terjadi pendarahan di hidung atau epistaksis.

Epistaksis atau pendarahan yang banyak merupakan suatu kondisi kegawatdaruratan di bidang THT, di mana kondisi ini harus ditangani dengan segera.

Ia menjelaskan, risiko pendarahan juga dapat terjadi jika tangkai swab mengenai pembuluh darah, apalagi di hidung banyak sekali pembuluh darah yang mudah pecah.

Syok dan panik

Selain itu, pendarahan yang banyak dapat menimbulkan syok karena panik dan menyumbat jalan napas.

Dari berbagai risiko tersebut, Dewi mengingatkan, sebaiknya swab atau rapid antigen dilakukan oleh tenaga profesional yang sudah mengetahui tekni swab dan struktur anatomi hidung dengan baik. Sebab, tindakan ini dapat meminimalkan risiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Petugas yang melakukan swab juga sebaiknya dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) lengkap agar tidak terpapar virus.

Baca juga: PSSI Pastikan Liga 1 dan Liga 2 2020/2021 Dibatalkan, Tidak Ada Juara dan Degradasi

Baca juga: 7 Obat Tradisional Ini Berkhasiat Menghilangkan Bau Badan Tak Sedap, Tertarik Coba?

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DKI Batasi Penerima Bansos Tunai 500 Orang per Hari

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved