Breaking News:

Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Tim DVI Masih Kekurangan Data Postmortem Jenazah Penumpang Korban Sriwijaya Air untuk Diidentifikasi

Katim Rekonsiliasi Tim DVI Kombes Agung Widjajanto mengatakan pihaknya masih kekurangan data postmortem (setelah kematian) untuk identifikasi

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tampak depan Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati lokasi penyerahan jenazah korban Sriwijaya Air SJ-182, Selasa (19/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Kendala dalam proses identifikasi korban Sriwijaya Air SJ-182 yang dihadapi Tim Disaster Victim Identification (DVI) tak hanya meliputi kondisi jenazah.

Meski data antemortem (sebelum kematian) sampel DNA dari 62 pihak keluarga korban penumpang Sriwijaya Air SJ-182 sudah lengkap.

Katim Rekonsiliasi Tim DVI Kombes Agung Widjajanto mengatakan pihaknya masih kekurangan data postmortem (setelah kematian) untuk identifikasi.

"Tidak semua data dari antemortem bisa dimanfaatkan karena pembandingnya tidak ada. Kenapa pembandingnya tidak ada, contoh properti (bagian tubuh jenazah) atau barang kepemilikan," kata Agung di RS Polri Kramat Jati, Rabu (20/1/2021).

Tanpa adanya data posmortem meliputi bagian tubuh jenazah dan barang pribadi korban Tim DVI tidak bisa menyatakan korban sudah teridentifikasi.

Pasalnya identifikasi secara DVI dilakukan dengan cara mencocokan data antemortem dengan postmortem, dalam hal ini keduanya harus lengkap.

Tiga parameter dalam proses DVI yakni sidik jari, gigi, dan DNA, ketiganya secara medis mampu menunjukkan identitas seseorang lewat serangkaian proses.

"Kita tahu bahwa sebagian besar body part yang ditemukan ini kondisinya sedemikian rupa. Sehingga propertinya pun tidak ada, itu contoh. Sehingga temuan dari AM (antemortem) tidak semuanya bisa dipasangkan dengan PM (postmortem)," ujarnya.

Baca juga: Kapolri Jenderal Idham Azis Antar Komjen Listyo Sigit Prabowo Fit and Proper Test di DPR

Baca juga: Cerita Wasit Liga 1 Selama 10 Bulan Tak Meniup Peluit, Oki: Sekarang Sudah Mampet Tidak Melengking

Hingga pukul 09.00 WIB hari ini posko postmortem Tim DVI memang sudah menerima sebanyak 324 kantong jenazah berisi bagian tubuh penumpang Sriwijaya Air.

Hanya saja jumlah kantong tersebut tidak menunujukkan satu korban, bagian tubuh dalam beberapa kantong kemungkinan merupakan satu orang korban.

Pun terkendala, Agung memastikan Tim DVI terus berupaya maksimal mengidentifikasi jenazah penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182

"Tujuan akhir melakukan identifikasi dalam arti menyatakan bahwa seseorang memang ada dalam peristiwa tersebut dan tentunya dalam keadaan meninggal. Sehingga status meninggalnya itu diperkuat dengan pemeriksaan ilmiah," tuturnya.

Setelah teridentifikasi dan dinyatakan meninggal keluarga korban mendapat akta kematian dan surat administrasi lain yang diperlukan untuk pemakaman.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved