Breaking News:

Wanita Diduga Penyuplai Batu Saat Tawuran di Manggarai Dipulangkan oleh Polisi

Polres Metro Jakarta Selatan sempat mengamankan seorang wanita setelah tawuran antarwarga di Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (18/1/2021)

TribunJakarta.com/Annas Fuqon Hakim
Polisi mengamankan seorang wanita setelah aksi tawuran di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (18/1/2021) malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Polres Metro Jakarta Selatan sempat mengamankan seorang wanita setelah tawuran antarwarga di Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (18/1/2021) malam.

Wanita itu diduga ikut berperan sebagai penyuplai batu untuk para pelaku tawuran.

Namun, setelah menjalani pemeriksaan di Mapolres Metro Jakarta Selatam, wanita tersebut kini sudah dipulangkan.

"Tidak (ditahan), sudah dipulangkan," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Jimmy Christian Samma, Rabu (20/1/2021).

Jimmy mengatakan wanita yang sempat diamankan tersebut masih berstatus sebagai saksi.

"Statusnya tetap saksi karena dari wanita tersebut memang dugaan ada membawa batu. Namun, setelah kita periksa, dia ibu yang berdagang di depan situ," ujarnya.

Baca juga: Hari Ini, Polda Metro Jaya Gelar Perkara Kasus Raffi Ahmad yang Hadiri Pesta Bersama Ahok

Baca juga: Kronologi Lengkap Tenaga Kesehatan Mesum dengan Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran

Baca juga: Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo Digelar Hari Ini

Pascatawuran yang terjadi selama tiga hari berturut, warga RW 04 Kelurahan Manggarai menggelar deklarasi perjanjian damai.

"Kita di sini membuat deklarasi atau perjanjian damai antara masyarakat yang ada di bawah dan di atas. Kita tidak ingin terulang lagi kejadian yang sama, apalagi ini wilayahnya masih satu RW," ucap Jimmy di Manggarai, Selasa (19/1/2021).

Tak hanya itu, warga yang ikut dalam deklarasi damai ini juga diambil sidik jarinya.

Jimmy mengatakan, pengambilan sidik jari warga bertujuan untuk memudahkan proses identifikasi jika tawuran kembali terulang.

"Sidik jari kita ambil untuk mengidentifikasi kira-kira apabila nanti ke depannya terjadi tawuran lagi. Teman-teman yang kita ambil sidik jarinya bisa kita identifikasi dengan cepat. Ada sekitar 80 sampai 100 orang yang diambil sidik jarinya," ujar dia.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved