Breaking News:

Bolehkah Hutang Buat Beli Saham? Ini Penjelasan Perencana Keuangan

Tak jarang beberapa dari mereka berusaha mencari uang tambahan untuk membeli saham-saham yang sedang meroket.

Shutterstock via Kompas
Ilustrasi. Bolehkah Hutang Buat Beli Saham? 

TRIBUNJAKARTA.COM - Beberapa hari terakhir ini pasar modal mengalami tren bullish, yang dipicu oleh
beberapa sentimen positif baik dari dalam maupun luar negeri.

Mulai dari naiknya harga komoditas, yang terangkat karena kegiatan manufaktur di China sedang meningkat sehingga membutuhkan bahan mentah untuk diolah.

Indonesia sebagai negara dengan kecenderungan ekspor di sektor komoditas relatif terdampak positif dengan hal tersebut.

Kemudian pengadaan vaksin Covid-19 dan distribusinya ke seluruh Indonesia, aksi-aksi korporasi seperti rencana Merger Bank BUMN Syariah, kebijakan SWF (Souvereign Wealth Fund) dari Pemerintah untuk menarik minat investor luar, dan lain sebagainya ternyata mampu membuat IHSG bisa mengawali awal tahun 2021 dengan kinerja positif.

Dengan euforia ini, ada beberapa saham yang memiliki kinerja sangat bagus dengan return yang sangat tinggi, membuat sebagian orang yang tidak terlalu paham dengan instrumen satu ini merasa FOMO (Fear of Missing Out) alias takut ketinggalan momentum untuk memperoleh keuntungan.

Oleh karenanya, tak jarang beberapa dari mereka berusaha mencari uang tambahan untuk membeli saham-saham yang sedang meroket.

Mulai dari mencairkan tabungan, menjual aset, bahkan sampai berhutang.

Padahal saham adalah intrumen investasi dengan resiko cukup tinggi, sehingga apabila tidak disertai dengan analisa yang matang, bisa jadi membuat kita akan rugi besar apabila salah memilihnya dan tidak sesuai tujuan keuangan.

Lalu, bagaimana kita sebaiknya dalam menyikapi hutang untuk membeli saham?

FOLLOW JUGA:

Halaman
1234
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved