Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Pasien Covid-19 Meninggal karena Tak Dapat ICU, Pemerintah Dikritik Rumah Sakit Kolaps

Seorang pasien Covid-19 yang meninggal dunia di puskesmas di Tangerang Selatan (Tangsel) karena tidak mendapat ruang ICU rujukan

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Virus Corona 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Seorang pasien Covid-19 yang meninggal dunia di puskesmas di Tangerang Selatan (Tangsel) karena tidak mendapat ruang ICU rujukan, menjadi tamparan keras bagi pemerintah sebagai penjamin kesehatan masyarakat. 

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, pasien Covid-19 asal Tangsel itu mengalami perburukan hingga harus dirujuk ke ICU.

Namun, dua hari di puskesmas, ruang ICU rujukan Covid-19 tak kunjung didapat.

Baca juga: Miris, Pasien Covid-19 Meninggal di Puskesmas Tangsel: 2 Hari Kritis Tak Dapat Ruang ICU

Pihak keluarga sampai menghubungi Lapor Covid-19, koaliasi warga yang berdiri untuk keterbukaan data, laporan warga, kajian dan advokasi terkait Covid-19

Keluarga pasien minta dibantu mencarikan ruang ICU yang tersedia.

Pihak Lapor Covid-19 sudah menghubungi 75 rumah sakit di Jabodetabek, namun seluruhnya mengaku penuh. Sampaj akhirnya pasien Covid-19 itu meninggal dunia.

Yemiko Happy (23), dari Tim Lapor Warga Lapor Covid-19, mengatakan, pihaknya mengkritik pemerintah dalam menyediakan sarana-prasarana kesehatan bagi masyarakat. 

Baginya, jika sesaorang meninggal dunia di puskemas, artinya rumah sakit sudah kolaps.

"Artinya masih belum cukup pemenuhan hak kesehatan masyarakat. Karena ketika kita melihat public health ya, ketika sesaorang meninggal di puskesmas itu menunjukkan bahwa rumah sakit sudah kolaps," ujar Yemiko saat dihubungi TribunJakarta.com, Kamis (21/1/2021).

Halaman
123
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved