Breaking News:

Anggota Ormas di Bekasi Dihajar Saat Tidur di Pos, Babak Belur Hingga Kritis Berujung Kematian

Kata polisi, dua orang korban dianiaya saat sedang tidur di Pos FBR Ruko Rodaling, Jalan KH Noer Ali Kalimalang.

TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Dua orang tersangka bentrok Ormas saat di Mapolres Metro Bekasi Kota, Senin (25/1/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Keributan antara dua kelompok organisasi masyarakat (ormas) terjadi di Jalan KH Noer Ali Kalimalang, Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Kamis (21/1/2021) dini hari.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Heri Purnomo mengatakan, korban meninggal dunia bernama Noviantika Yahya (29), sedangkan korban selamat bernama Sony Ericson (18).

"Korban dua orang, keduanya sempat dirawat di rumah sakit karena kritis, satu meninggal dunia satu lagi selamat masih dalam pemulihan," kata Heri di Mapolres Bekasi Kota, Senin (25/1/2021).

Heri menjelaskan, dua orang korban dianiaya saat sedang tidur di Pos FBR Ruko Rodaling, Jalan KH Noer Ali Kalimalang.

"Korban ketika dipukul itu langsung pingsan, karena posisinya pada saat itu sedang tidur dia, tidak bisa melawan," jelasnya.

Motif keributan ini lanjut dia, bermula saat kelompok tersangka berjumlah 30 orang merayakan pesta ulang tahun di Kafe Saurma Kalimalang, tidak jauh dari TKP.

Karena ada ucapan dari salah satu pegawai kafe, membuat dua orang pelaku bernama TR alias Sinyo (37) dan A alias Ogan (25) terpancing hingga berinisiatif mendatangi korban.

"Mereka (pelaku) tersulut, karena ada salah satu yang di situ (kafe) menyampaikan kepada para pelaku kalau mereka sering diganggu (korban)," paparnya.

"Korban sedang di pos, jaraknya kira-kira satu kilo meter kuranglah, di TKP ada 7 orang dua sedang tidur jadi korban, limanya lagi kabur," tambahnya.

Usai kejadian itu, polisi langsung bertindak cepat mengamankan pelaku dan berkoordinasi dengan dua kelompok yang terlibat keributan.

Baca juga: Polisi Sebut Klaster Pesawat Muncul Akibat Pemalsuan Surat Hasil Tes Swab Antigen dan PCR

Baca juga: Maqdir: Penetapan DPO Sjamsul Nursalim Tidak Tepat

Baca juga: Kasus Pemalsuan Hasil Swab PCR, Polisi Ringkus 8 Tersangka, Ada Anak di Bawah Umur Ikut Terlibat

"Kita kumpulkan ketua-ketua ormasnya, meminta agar kasus ditangani pihak kepolisian, akhirnya kedua kubu sepakat dan sudah dipertemukan antarpimpinannya," tegas dia.

Akibat kejadian tersebut, dua orang tersangka dikenakan pasal 170 KUHPidana tentang penganiyaan di muka umum hingga menyebabkan kematian, ancaman penjara 12 tahun penjara.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved