Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Curhat Sabar, Usaha Warteg di Ujung Tanduk Dihantam Pandemi, Omzet Anjlok Tapi Harga Sembako Naik

Hampir setahun pandemi Covid-19 menghantam negeri, ribuan nyawa meninggal dunia, ekonomi porak-poranda.

TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Sabar, pemilik warteg Berkah, Pamulang, Tangerang Selatan, Senin (25/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Hampir setahun pandemi Covid-19 menghantam negeri, ribuan nyawa meninggal dunia, ekonomi porak-poranda.

Warteg, rumah makan murah-meriah yang dekat dengan masyarakat bawah dan kelas pekerja, menjadi salah satu sektor usaha yang paling terpukul.

Setidaknya hal itu yang diungkapkan Sabar, pengusaha warteg di Jalan Benda Raya, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel).

Omzet Anjlok

Paparan Covid-19 membuat pemerintah memerintahkan masyarakat untuk diam di rumah.

Alasannya, demi menekan penularan Covid-19. Semakin minim interaksi, semakin kecil pula potensi penularan virus ganas itu. 

Namun, dampaknya, ekonomi para pengusaha warteg juga ikut tertekan.

"Tambah sepi, dari pertama ada corona itu sampai sekarang," tutur Sabar.

Sambil menggoreng tempe, pemilik Warteg Berkah itu mencurahkan, omzet usahanya anjlok sampai 50% beberapa bulan belakangan.

Halaman
1234
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved