Breaking News:

Jenazah Dibawa Pakai Pikap di Bali, Ini Sederet Kejadian Serupa di Bogor, Tangerang Hingga Jakarta

Peristiwa jenazah dibawa pulang menggunakan mobil pikap di Buleleng, Bali viral. Peristiwa serupa terjadi di Bogor, Tangerang dan Jakarta.

Istimewa Via Tribun Bali
Peristiwa jenazah dibawa pulang menggunakan mobil pikap di Buleleng, Bali viral di media sosial. 

"Pasa hari Minggu tanggal 22 November 2020 kondisi almarhum sudah lemas. Pukul 07.00 WIB almarhum dibawa ke RS Insani dan dokter menyatakan bahwa anak tersebut sudah meninggal," terang Wahyudi dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/11/2020).

Tidak sampai di sana, keluarga almarhum yang tak langsung percaya membawa almarhum ke rumah sakit lain yakni RS Permata Pertiwi.

Setelah itu, keluarga baru percaya bahwa almarhum sudah meninggal dunia.

Keluarga Dito kemudian meminta ambulans kepasa RS Permata Pertiwi namun rumah sakit ini mengaku bahwa ambulans khusus jenazah tidak tersedia yang ada hanya ambulans khusus yang sakit.

Keluarga almarhum kemudian berupaya menyewa sebuah angkot untuk membawa jenazah, namun angkot tersebut malah kabur.

"Keluarga masih berusaha sewa angkot, tapi karena masih mengurus surat kematian, angkot tersebut kabur," kata Wahyudi.

Akhirnya terpaksa jenazah almarhum dibawa pulang menggunakan kendaraan roda dua atau sepeda motor.

Saat dibawa pulang ke rumah menggunakan sepeda motor, almarhum dibawa oleh dua orang tetangga keluarga almarhum.

"Akhirnya jenazah dibawa oleh kendaraan roda dua yang dikendarai oleh Poniman dan yang menggendong adalah Haryanto. Mereka adalah tetangga keluarga almarhum," ungkapnya.

Terkait videonya yang viral, kata Wahyudi, pihak keluarga tak tahu menahu siapa yang merekam dan menyebarkan video tersebut.

Diberitakan sebelumnya, video viral berdurasi 23 detik tersebut memperlihatkan pengendara motor membawa sesuatu yang tak biasa.

Kejadian itu tampak direkam oleh pengendara lain di belakangnya.

Pengendara motor yang tampak di dalam video terlihat membawa sesosok mayat.

Mayat tersebut tampak terbungkus kain batik dan dibawa di atas motor dalam posisi melintang dipegang oleh penumpang motor tersebut.

Sontak hal itu pun direspon dengan menyebut nama tuhan oleh pria di balik perekam video.

"Ya Allah ya Rob. Masih ada yang kayak gini, bawa mayat di motor," ujar pria perekam video.

Pria yang merekam video itu juga sempat mengeluarkan kata-kata kasar karena menuding pihak rumah sakit tidak menyediakan ambulans untuk jenazah yang dibawa menggunakan kendaraan roda dua tersebut.

Jasad Bayi Dibawa Pakai Taksi Online di Jakarta

Sejumlah kendaraan taksi online yang terparkir di depan Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2019).
Sejumlah kendaraan taksi online yang terparkir di depan Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2019). (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

Unggahan di Facebook viral mengisahkan tentang seorang ibu yang kehilangan bayinya setelah dipanggil Yang Kuasa pada Senin (17/2/2020) lalu.

Kisah tersebut tentu saja sarat nuansa duka, tetapi juga menampilkan sisi kemanusiaan.

Sang ibu, Vebby Angelique Angkuw (39), bersama suaminya harus berjam-jam menanti kedatangan taksi online untuk membawa jenazah bayinya pulang dari Rumah Sakit Budhi Asih, Jakarta Timur, ke rumahnya di kawasan Cakung.

"Bayi saya selesai diurus di ruang jenazah sebelum pukul 18.30. Saat itu, saya ditanya oleh petugas jenazah, 'Bawa mobil atau tidak?'," ujar Vebby kepada Kompas.com, Selasa (25/2/2020) malam.

Rupanya, Vebby ke rumah sakit bersama suaminya menggunakan taksi online dari rumah.

Petugas jenazah kemudian memberinya opsi, yakni menggunakan ambulans Pemprov DKI Jakarta atau ambulans swasta.

"Mereka bilang, ambulans DKI kemungkinan lama. Ambulans swasta mahal. Sementara ambulans mereka sedang tidak stand by," kata Vebby.

"Dalam posisi kalut gitu, saya berpikir, kalau yang namanya lama itu pasti di atas dua jam. Kalau mahal di atas Rp 300.000. Sementara uang pegangan saya tinggal sekitar Rp 100.000," ia menambahkan.

Pilihan paling efisien akhirnya jatuh ke moda taksi online.

Ia mesti menunggu selama hampir dua jam karena para pengemudi taksi online yang dipesan menolak membawa jenazah.

"Mereka kan butuh waktu lama untuk datang. Begitu datang, petugas jenazah memberi surat jalan bahwa ini membawa jenazah. Pengemudi yang pertama seperti marah gitu, bilangnya order tidak sesuai dengan aplikasi. Sementara pengemudi kedua menolak begitu saja," Vebby bercerita.

Sang suami akhirnya memesan lagi taksi online untuk kali ketiga. Jam dinding menunjukkan waktu jelang pukul 20.00 WIB.

Vebby berdoa agar kali ini mereka tak lagi ditolak.

Doanya terkabul. Pengemudi taksi online bernama Weimpy Sulendra bersedia membawa mereka pulang.

Vebby, suami, dan jenazah bayi bernama Muhammad Raka yang ia gendong sepanjang waktu tiba di rumahnya jelang pukul 20.30 WIB, setelah menempuh jarak sejauh 16,9 kilometer dari RS Budhi Asih.

"Begitu sampai, pengemudi bilang turut berdukacita. Suami juga kasih tip uang selembaran merah karena sudah mau mengantarkan," kata Vebby.

"Tapi, ditolak sama pengemudinya. Dia malah sambil salaman, ngasih uang lembaran merah juga sambil bilang, 'Ini buat beli air mawar'," ia menambahkan.

Weimpy kemudian banjir ucapan terima kasih dari pasangan suami istri tersebut, yang kemudian dibalas, "Tidak apa-apa, nanti juga ada gantinya".

Peristiwa di Buleleng

Direktur Utama RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha tidak menampik jika ada jenazah yang dipulangkan dari RSUD menuju ke rumah duka, dengan menggunakan mobil pikap.

Keputusan itu diambil oleh pihak keluarga sendiri.

dr Arya menjelaskan, keluarga almarhum sebelumnya mengaku akan membawa pulang jenazah ke rumah duka dengan menggunakan mobil carry.

Atas keputusan tersebut, pihak rumah sakit pun mengizinkan.

Sebab pulangnya jenazah menggunakan mobil pribadi bukan kali pertama terjadi.

"Di bayangan saya, mobil carry itu tertutup, seperti bemo (angkot,red). Karena selama ini keluarga yang mau memulangkan jenazah menggunakan mobil pribadi itu banyak.

Tapi biasanya mereka menggunakan mobil APV atau angkot. Namun ternyata untuk kasus yang ini, carry yang digunakan bak terbuka.

Pihak keluarga sih sebenarnya tidak mempermasalahkan. Tapi karena viral di sosial media, warganet merasa itu tidak pantas," ucapnya.

dr Arya pun menegaskan, pihak keluarga sejatinya bisa meminta agar jenazah dibawa pulang, degan menggunakan mobil jenazah.

Pembayarannya pun nanti akan dimasukan sebagai piutang, yang dikalkulasikan dengan biaya perawatan.

Apabila keluarga terbukti tidak mampu, maka piutang sejatinya dapat diputihkan.

"Almarhum memang tercatat sebagai pasien umum, karena tidak punya jaminan kesehatan.

Selama ini kalau sudah masuk sebagai pasien umum, bisa pakai mobil jenazah rumah sakit.

Atau bisa dibantu oleh organisasi-organisasi sosial. Atau bisa juga pakai ambulan milik PMI dan Buleleng Emergency Service (BES).

Tapi keluarga memilih menggunakan mobil itu (pikap,red) mungkin biar tidak ribet lagi, karena mungkin mobil itu yang ada, dan mereka tidak mempermasalahkan," ucapnya.

Baca juga: Polisi Sebut Klaster Pesawat Muncul Akibat Pemalsuan Surat Hasil Tes Swab Antigen dan PCR

Baca juga: Cara Alami Menghilangkan Komedo Membandel di Wajah, Catat 8 Obat Tradisional Ala Dapur Ini

Baca juga: Anak Anda Sulit Makan Nasi? Coba Variasikan dengan Kacang Hijau dan Ubi Merah

Tak Ada Pilihan Lain

Dikonfirmasi terkait peristiwa itu, istri almarhum Gede Pasek, Ketut Suryani (35) membenarkan bahwa jenazah suaminya terpaksa dipulangkan dari RSUD Buleleng menuju rumah duka dengan menggunakan mobil pikap, pada Sabtu pagi kemarin.

Tidak ada pilihan lain, sebab pihak keluarga tidak memiliki biaya untuk menyewa mobil ambulans, yang tarifnya mencapai Rp 800 ribu.

"Yang ngurus jenazah suami saya di rumah sakit hanya mertua saya. Mereka tidak tau mau minta bantuan ke siapa.

Disamping itu biaya sewa mobil ambulans di cukup mahal, Rp 800 ribu kami tidak punya uang sebanyak itu.

Akhirnya ada komunitas yang mau membantu, meminjamkan mobil pikap nya untuk mengantar jenazah suami saya ke rumah duka.

Dengan adanya bantuan itu kami sudah sangat bersyukur, jenazah suami saya bisa cepat dibawa pulang ke rumah duka," terangnya, saat ditemui di rumah duka, Minggu 24 Januari 2021.

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Kronologi Mayat Dibonceng Motor di Bogor, Sempat Akan Diangkut Pakai Angkot Tapi Sopirnya Kabur, .

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Kronologi Lengkap Paman Gotong Jenazah Keponakannya Karena Ditolak Ambulans di Tangerang, .

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Jenazah Gede Seni Diangkut Pakai Mobil Pikap, Dirut RSUD Buleleng: Keluarga Tak Permasalahkan

Penulis: Ferdinand Waskita Suryacahya
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved