Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Kasus Covid-19 DKI Jakarta Masih Tinggi, PKS: Wajar Anies Perpanjang PSBB

Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta mendukung kebijakan perpanjangan pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan Gubernur Anies Basweda

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Mohammad Arifin saat ditemui di ruang fraksi PKS, lantai 6 Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2020). Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta mendukung kebijakan perpanjangan pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan Gubernur Anies Basweda 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta mendukung kebijakan perpanjangan pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan Gubernur Anies Baswedan.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Arifin mengatakan, kebijakan Anies menuruti aturan perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari pemerintah pusat ini sudah tepat.

"Kemarin kasus Covid-19 di DKI bertambah 3.512 kasus, sehingga total kasus Covid-19 di Jakarta sampai hari ini mencapai 249.815 kasus. Jadi wajar jika Gubernur Anies memperpanjangan PSBB," ucapnya, Senin (25/1/2021).

Terlebih, data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga menunjukan bahwa angka positivity rate atau persentase positif Covid-19 berada di atas standar organisasi kesehatan dunia (WHO).

Dimana angka positivity rate sepekan terakhir sebesar 16,5 persen dan secara akumulasi 9,8 persen.

"Angka itu jauh di standar WHO yang menetapkan standar persentase kasus Covid-19 tidak lebih dari 5 persen," ujarnya.

Meski demikian, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta ini meminta seluruh masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: ACT Bekasi Kirim Bantuan Logistik 15 Ton untuk Korban Banjir di Kalsel dan Gempa Bumi di Sulbar

Sebab, kebijakan yang diambil pemerintah tak akan berjalan bila tak ada dukungan dari masyarakat.

"Jangan abai dalam prokes. Memang tidak enak memakai masker, tapi jauh lebih tidak enak lagi jika harus masuk RS karena abai memakai masker," kata dia.

Untuk diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperpanjang pengetatan PSBB hingga dua pekan ke depan.

Artinya, pengetatan PSBB sebagai tindak lanjut dari program PKMM pemerintah pusat bakal diterapkan di ibu kota hingga 8 Februari 2021.

Baca juga: GeNose Alat yang Bisa Deteksi Covid-19 Hanya Lewat Embusan Napas, Bagaimana Cara Kerjanya?

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 51 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakukan, Jangka Waktu dan Pembatasan Aktivitas Luar Rumah PSBB.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved