Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Krisis TPU Covid-19 Pemprov DKI Beli 3,3 Hektare Lahan, Diperkirakan Bisa Tampung 8.800 Jenazah

Pemprov DKI Jakarta membeli lahan baru di lima lokasi untuk mengatasi krisis makam di ibu kota.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Seorang pria tampak memeluk papan pusara mengiringi empat petugas makam yang tengah membawa peti jenazah Covid-19 di TPU Srengseng Sawah pada Rabu (20/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota membeli lahan baru di lima lokasi untuk mengatasi krisis makam di ibu kota.

Kelima lokasi itu berada di daerah Srengseng Sawah, Jakarta Selatan; Dukuh, Jakarta Timur; Sempar, Jakarta Utara; Joglo, Jakarta Barat; dan Bambu Wulung (Bambu Apus), Jakarta Timur.

Kepala Dinas Lingkungan dan Hutan Kota Suzi Marsitawati mengatakan, lahan yang dibeli di lima lokasi itu memiliki luas lebih dari 3 hektare.

"Jumlahnya dari lima lokasi itu 3,3 hektar," ucapnya saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Senin (25/1/2021).

Bila satu petak makam luasnya 3,75 meter persegi, maka lahan yang dibeli itu diperkirakan mampu menampung 8.800 jenazah.

Meski demikian, anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menyebut, belum semua lahan itu sudah bisa dimanfaatkan.

Kini, baru lahan di Srengseng Sawah dan Bambu Wulung yang sudah digunakan sebagai lokasi pemakaman dengan protokol Covid-19.

"Sekarang kondisinya memang belum ditata, jadi sedikit lagi kami akan tata, kami akan rumputkan, kami akan tataplah," ujarnya menjelaskan.

Ia menjelaskan, pihaknya tak bisa langsung membuka lahan di lima lokasi itu sebagai lokasi pemakaman khusus Covid-19 lantaran adanya keterbatasan alat berat.

Sebab, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota harus berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga untuk proses penggalian makam.

Baca juga: Cerita Musa, Sopir Omprengan di Kalisari yang Hendak Dibayar Penumpangnya Rp 200

Baca juga: Punya Peran dan Tanggung Jawab Baru, Tantri Kotak Lebih Senang Belanja di Pasar Tradisional

Baca juga: Sudah Beberapa Kali Mesum di Tempat Umum, Pelaku Perempuan Mesum Hanya Dibayar Rp22 Ribu

"Jadi kita pelan-pelan, masalahnya karena kesulitan alat berat. Kami harus berkoordinasi dengan dinas lain," tuturnya.

Adapun lahan 3,3 hektar ini dibeli Pemprov DKI menggunakan anggaran yang telah dialokasikan dalam APBD Perubahan 2020 lalu.

"Rp 185 miliar untuk beli (lahan) di lima lokasi itu. Tapi enggak semua Rp 185 miliar," kata dia.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved