Breaking News:

Viral Aksi Tiga Remaja Curi Keranjang Besi dari Depo Air Isi Ulang di Koja

Dalam rekaman CCTV yang salah satunya diunggah akun Instagram @jakut.info, terlihat tiga remaja tersebut berboncengan menggunakan satu motor.

Istimewa
Tangkapan layar aksi tiga remaja mencuri keranjang besi galon air isi ulang di Jalan Pasar Maja, Koja, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Aksi tiga remaja yang mencuri keranjang besi untuk mengangkut galon air isi ulang viral di media sosial.

Dalam rekaman CCTV yang salah satunya diunggah akun Instagram @jakut.info, terlihat tiga remaja tersebut berboncengan menggunakan satu motor.

Dua orang di antaranya menunggu di atas sepeda motor, sementara satu pelaku turun dan menggasak keranjang besi yang biasa digunakan untuk mengangkut galon air isi ulang.

Setelahnya, keranjang besi yang berhasil dicuri diletakkan di bangku motor dan para pelaku tancap gas dari lokasi.

Pencurian keranjang tabung gas ini terjadi Senin (25/1/2021) dini hari tadi sekitar pukul 2.00 WIB di depan depo air isi ulang di Jalan Pasar Maja, Koja, Jakarta Utara.

Baca juga: Motor Pengemudi Ojol Rusak Parah Tertimpa Pohon Tumbang di Kebayoran Baru Jakarta Selatan

Baca juga: Hal Pertama yang Akan Dilakukan Catherine Wilson Bila Sudah Bebas dari Penjara

Baca juga: Divonis 7 Bulan, Catherine Wilson Tinggal Jalani 17 Hari di Penjara

Pemilik depo air isi ulang, Irfan Ardiansyah (25) mengatakan, keranjang besi tersebut selalu diletakkan di depan tokonya setiap malam.

Ia pun tak habis pikir mengapa sampai ada yang mencurinya.

"Nggak ada kepikiran untuk diambil orang, nggak ada kepikiran kan. Tiba-tiba katanya nenek-nenek (yang memergoki) diambil sama pemuda bertiga kan," kata Irfan saat ditemui di lokasi, Senin sore.

Irfan menduga keranjang besi tersebut sengaja diambil para pelaku untuk dijual ke toko jual beli barang bekas.

Pasalnya, keranjang besi itu beratnya mencapai 8 kilogram dan memiliki harga jual tersendiri.

"Ini (keranjang besi) dulu sih masih mahal, hampir sekitar Rp 1 juta. Cuma kalau sekarang bisa Rp 500 ribu kali," ucap Irfan.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved