Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Bupati Bekasi Batal Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Penyebabnya 

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja batal disuntik vaksin Sinovac yang dijadwalkan berlangsung hari ini, di Puskesmas Cikarang Utara, Kamis (27/1/2021). 

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
ISTIMEWA
Bupati Bekasi Eka Suparia Atmaja saat melakukan skrining kesehatan di Puskesmas Cikarang Utara, Kamis (28/1/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja batal disuntik vaksin Sinovac yang dijadwalkan berlangsung hari ini, di Puskesmas Cikarang Utara, Kamis (27/1/2021). 

Eka mengatakan, berdasarkan hasil skrining pemeriksaan kesehatan, dia tidak dapat disuntik vaksin sehingga harus menunggu hingga kondisinya laik. 

"Berdasarkan hasil skrining, saya termasuk kriteria yang ditunda, sehingga belum dapat disuntik hari ini," kata Eka dalam keterangan yang diterima TribunJakarta.com. 

Dia mengaku, sejak awal sudah siap untuk menerima vaksin.

Tetapi karena kondisinya yang belum memungkin, sehingga akan dijadwalkan ulang. 

"Ini tidak mengendorkan kita untuk terus mengajak masyarakat untuk melakukan vakdinasi, kami ingin program vaksin dapat menekan penyebaran Covid-19," terangnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi Sri Enny Mainiarti mengatakan, hasil pemeriksaan dokter, Bupati Bekasi memiliki riwayat batuk sejak 7 hari terakhir. 

Bisa Gasak Lima Motor dalam Sehari, Sindikat Curanmor di Jakarta Utara Dibekali Senjata Api

Ngaku Punya Jaringan di Bank Dunia, Pria Ini Ternyata Polisi Gadungan: Tipu Korban Rp140 Juta

"Dari hasil skrining tadi Pak Bupati memiliki tensi darah yang normal, tetapi beliau mengaku memiliki flu, batuk pilek dalam 7 hari terakhir," kata Enny. 

Adapun vaksinasi pertama juga juga diberikan kepada unsur Forum Komunimasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti Kapolres Metro Bekasi dan Dandim O509 Kabupaten Bekasi

Jatah vaksin untuk Kabupaten Bekasi seluruhnya sebanyak 20.900 dosis. Sedangkan sasaran vaksin tahap pertama yakni, tenaga kesehatan (nakes) ada 12.234 orang. 

Adapun untuk vaksinasi nakes, dilakukan di 91 titik yang tersebar di 46 rumah sakit dan 44 puskesmas serta satu klinik.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved