Breaking News:

Terkuak, Identitas Pelaku Penyerang Imam Masjid Disebut Gangguan Jiwa Sepulang Kuliah di Jepang

Identitas pelaku yang mencoba melakukan penyerangan terhadap Imam Masjid AL Mujahidin di kawasan Jatijajar, Tapos, Kota Depok, sudah mulai terkuak.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Lokasi percobaan penyerangan terhadap Imam Masjid Al Mujahidin, Kamis (28/1/2021). Identitas pelaku yang mencoba melakukan penyerangan terhadap Imam Masjid AL Mujahidin di kawasan Jatijajar, Tapos, Kota Depok, sudah mulai terkuak. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, TAPOS – Identitas pelaku yang mencoba melakukan penyerangan terhadap Imam Masjid AL Mujahidin di kawasan Jatijajar, Tapos, Kota Depok, sudah mulai terkuak.

Sore ini, orang tua terduga pelaku berinisial NU, menyambangi Masjid Al Mujahidin yang merupakan lokasi kejadian.

“Kebetulan kalau kita lihat dari rekaman CCTV, dan pisau yang digunakan memang itu putra saya, memang dia sedikit ada gangguan di jiwanya,” kata NU di lokasi, Kamis (28/1/2021).

Untuk diketahui, video aksi percobaan penyerangan ini terekam kamera CCTV dan tersebar luas di sosial media.

NU mengatakan, putranya yang berinisial AR (22) memang lolos dari pantauannya pada malam tadi.

Lokasi percobaan penyerangan terhadap Imam Masjid Al Mujahidin, Kamis (28/1/2021).
Lokasi percobaan penyerangan terhadap Imam Masjid Al Mujahidin, Kamis (28/1/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

“Posisi saya lengah semalam dia keluar. Kemungkinan besar benar putra saya,” tegasnya.

Terkait gangguan jiwa yang dialami putranya, NU berujar hal ini telah dialami putranya sejak bulan  Februari 2020 silam.

Kasus Covid-19 Tinggi, Wali Kota Airin Ingatkan Warga Mandi dan Keramas saat Pulang ke Rumah

Kebakaran di Serpong 1 Rumah dan 6 Petak Kontrakan Ludes, Kerugian Ditaksir Rp 500 Juta

Perubahan pada sikap anaknya ini terjadi selepas pulang mengenyam pendidikan di negara Jepang.

“Dari Februari lalu semenjak dia balik kuliah dari Jepang. Di Jepang kuliah empat tahun jurusan multimedia. Tahun pertama, dua, dan ketiga, dia masih stabil, sering kirim informasi. Beranjak tahun keempat bicaranya mulai berbeda, kayak semacam ilmu-ilmu gak jelas, bisa mengendalikan segala macam,” tuturnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved