Breaking News:

LPAI: Kasus Gadis Belia Dijadikan PSK di Indonesia Ibarat Gunung Es

Bahkan, LPAI kerap kewalahan menangani laporan praktik prostitusi melibatkan anak di bawah umur. 

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Sekretaris Jenderal Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Henny Hermanoe (tengah) saat memberikan keterangan di Mapolsek Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (27/1/2021). 

Sebelum kasus Tanjung Priok, LPAI menangani praktik prostitusi di bawah umur yang terjadi di Pulau Sumatera.

Salah satu kasus, kata Henny, terjadi di wilayah Lampung pada 2019 lalu.

"Satu di Lampung. Itu anak-anak Jawa Tengah yang dibawa ke Lampung. Kami selamatkan pada saat mereka di Lampung. Mereka mengadu, kemudian ada salah satu yang bisa telepon dan langsung kami layani, dan kami datangi Polres dan kami jemput anak-anak," kata Henny.

Ada pula kasus lainnya di perbatasan Medan (Sumatera Utara) dan Padang (Sumatera Barat).

Dalam kasus tersebut, anak-anak dibawa hingga ke wilayah Batam untuk dijadikan PSK.

"Jadi banyak sebenarnya. Bahkan Indonesia kan negara ketiga tertinggi dengan kasus TPPO (tindak pidana perdagangan orang) terbanyak," ucap dia.

Henny menambahkan, untuk mengantisipasi kasus-kasus serupa terjadi, LPAI terus menggencarkan edukasi seksual terhadap anak-anak belasan tahun.

Selain itu, LPAI juga menjadi salah satu bagian gugus tugas pemberantasan TPPO di bawah komando Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

"Ini kan kejahatan tersindikasi harus diatasi dengan sesuatu yang terorganisir dengan baik. Kementerian lembaga harus bahu-membahu. Kemudian kontrol kolektif masyarakat juga diharapkan," kata Henny.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved