Breaking News:

Aturan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang, Kepsek: Seandainya Orangtua Nonmuslim Bicara ke Saya

Kepsek mengatakan letak permasalahan kasus yang dialami sekolahnya, yakni siswi menyimpulkan wajib untuk menggunakan jilbab.

(THINKSTOCK)
Ilustrasi jilbab 

TRIBUNJAKARTA.COM, PADANG- Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 2 Padang, Rusmadi menyatakan, aturan penggunaan wajib jilbab untuk siswi di sekolah negeri Padang sudah berlangsung dari 2005.

Namun, kata dia, kenapa permasalahan ini baru dibahas saat dirinya menjadi Kepsek SMKN 2 Padang.

Asal tahu saja, aturan penggunaan jilbab di SMKN 2 Padang merujuk pada instruksi Walikota Padang No. 451.442/BINSOS-iii/2005.

Salah satu poin dari instruksi itu adalah mewajibkan jilbab bagi siswi yang menempuh pendidikan di sekolah negeri Padang.

"Sebenarnya masalah ini telah lama. Tapi kasusnya saat saya menjadi Kepsek diangkat. Ini kan saya dijebak ini," ungkap dia dalam webinar bertopik " Intoleransi Dunia Pendidikan: Salah Guru?", Jumat (29/1/2021).

Apalagi, kata dia, lingkungan SMKN 2 Padang sangat toleransi, karena banyak yang datang dari nonmuslim.

"Kawan-kawan kita ada dari Cina yang non-muslim, ada dari Nias yang nonmuslim. Ada Katolik dan Kristen Protestan," jelas dia.

Dia mengaku, letak permasalahan kasus yang dialami sekolahnya, yakni siswi menyimpulkan wajib untuk menggunakan jilbab.

"Padahal kalau orangtua siswi nonmuslim bicara langsung kepada saya, tidak seperti ini. Karena kami punya midset, non-muslim tidak wajib menggunakan jilbab, itu sudah diwanti-wanti dari awal," jelas dia.

Apabila mewajibkan siswi non-uslim menggunakan jilbab, lanjut dia, itu sudah masuk dalam pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Halaman
123
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved