Breaking News:

Cegah Tumpukan Sampah Saat Musim Hujan, Pemprov DKI Siagakan 5.000 Personel Petugas Kebersihan

Ribuan personel itu berasal dari UPK Badan Air Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Suku Dinas Lingkungan Hidup di masing-masing kota administrasi

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Petugas UPK Badan Air mengangkut sampah dari aliran kali BKB Tambora depan Season City, Jakarta Barat, Senin (7/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Guna mengatasi masalah sampah selama musim hujan, Pemprov DKI menyiagakan 5.000 personel petugas kebersihan.

Ribuan personel itu berasal dari UPK Badan Air Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Suku Dinas Lingkungan Hidup di masing-masing kota administrasi.

Secara bergantian, mereka bakal berjaga selama 24 jam di lokasi rawan tumpukan sampah saat banjir kiriman menerjang.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Syaripudin mengatakan, ribuan petugas inu difokuskan untuk melakukan penanganan sampah di 10 titik khusus, yaitu di aliran Sungai Ciliwung, aliran Pesanggrahan Angke, dan aliran Kali Sunter.

"Selain satgas ini, personel dan armada organik tetap melakukan pelayanan rutin. Personel dan armada organik ini siap juga dimobilisasi melakukan penanganan pascabanjir," ucapnya dalam keterangan tertulis, Senin (1/2/2021).

Adapun, sarana yang disiapkan meliputi 44 mobil pickup angkut sampah, 50 truk sampah, 5 ekskavator, jenis spider, 6 ekskavator long arm, 20 ekskavator jenis biasa, serta satu ekskavator liebher.

Kemudian, disiagakan juga 23 orang petugas mobilisasi dan 12 orang petugas mekanik.

Rumah di Pondok Aren Ambruk Akibat Tanah Terkikis Hujan, Satu Keluarga Mengungsi

PPKM Tak Efektif, Jokowi Minta Para Menterinya Cari Formula Tepat Tangani Covid-19

"Jika diperlukan armada pelayanan rutin dari daerah lain juga dapat dimobilisasi ke daerah terdampak. Target kita penanganan cepat sesuai arahan gubernur," ujarnya.

Selama musim hujan ini, Syaripudin memastikan, Dinas Lingkungan Hidup telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk penanganan sampah.

Nantinya, SOP bakal langsung dijalankan berdasarkan perkembangan kondisi hasil pantauan dari tim satgas terkait kenaikan tinggi muka air (TMA) Katulampa, curah hujan tinggi, dan banjir ROB yang dibagi menjadi empat metode, yaitu normal, awas, tergenang, dan rehabilitasi.

"Kami pastikan sistem penanganan sampah berjalan efektif," kata dia.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved