Breaking News:

Pak Kost Ditangkap Polisi, Sewakan Kamar untuk Prostitusi Online dan Jual Pelajar di Bawah Umur

Seorang Pak Kost atau pemilik indekos harian di Kota Mojokerto berinisial OS ditangkap polisi karena praktik prostitusi online pelajar di bawah umur.

Editor: Suharno
intisari
Ilustrasi 

TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang Pak Kost atau pemilik indekos harian di Kota Mojokerto berinisial OS ditangkap polisi.

Hal ini karena Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim membongkar praktik prostitusi online yang dilakukan OS dan libatkan puluhan pelajar di bawah umur.

Pak Kost atau yang akrab disapa Om Kost dan masih berusia 38 tahun ini ditangkap di indekos miliknya di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Jumat (29/1/2021) lalu dan sudah ditetapkan tersangka.

TONTON JUGA:

Wakapolda Jatim Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo menuturkan, pelaku sudah menjual 36 pelajar di bawah umur dari mulai SMP, SMA dan SMK berusia 14 hingga 16 tahun.

Cerita Dokter Forensik Terjun Identifikasi Potongan Tubuh Korban Sriwijaya Air, Tak Ada Rasa Gentar

Meski Berparas Cantik, 7 Artis Drama Korea Buat Penonton Gregetan saat Lihat Peran Karakternya

Segera Login ke www.pln.co.id atau PLN Mobile untuk Dapatkan Token Listrik Gratis Bulan Februari

Sinopsis Film Valentine Day Tayang Hari Ini di Netflix, Dibintangi Aktor Hollywood

"Harganya beragam dari Rp 250.000 hingga Rp 600.000 sekali kencan," kata Slamet, kepada wartawan, di Mapolda Jatim, Senin (1/2/2021).

Untuk menarik pria hidung belang, dia juga melibatkan pihak "reseller" sejumlah anak di bawah umur lewat akun media sosial Facebook.

Para reseller diminta untuk membuat grup Facebook khusus pencari rumah indekos dan kontrakan di wilayah Mojokerto.

Jika ada respons dari netizen, para reseller ini lalu menawarkan jasa prostitusi melalui Facebook Messenger. 

"Tidak hanya mencari pelanggan, para reseller juga diminta mencari pelajar perempuan di bawah umur untuk dijadikan wanita panggilan," terang dia.

Pelaku juga menyediakan kamar indekos bagi pelanggan yang sudah sepakat dengan harga kencan yang ditawarkan reseller kepada pria pelanggan dengan harga sewa Rp 50.000 per 5 jam.

Pelaku yang sudah setahun lebih menjalankan praktik prostitusi tersebut mengaku hanya mendapatkan penghasilan dari sewa kamar indekos saja.

"Sisanya dibawa oleh WP (wanita panggilan)," kata OS

Dari penangkapan tersebut, diamankan barang bukti empat buah ponsel, uang Rp1,3 juta dari salah satu saksi korban.

OS dijerat Pasal 27 Ayat 1 jo 45 Ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 296 tentang mengambil keuntungan dari kegiatan prostitusi dengan ancaman hukuman enam tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved