Lapas Cipinang Klaim Polisi Belum Koordinasi Dugaan Napi Dalangi Penyelundupan 10 Kilogram Sabu

Kasus penyelundupan 10 kilogram sabu hasil ungkap kasus Polrestro Jakarta Pusat yang diduga melibatkan napi Lapas Cipinang belum menemui titik terang.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tampak depan gedung Rutan Klas I Cipinang di Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (10/2/2020). Kasus penyelundupan 10 kilogram sabu hasil ungkap kasus Polrestro Jakarta Pusat yang diduga melibatkan napi Lapas Cipinang belum menemui titik terang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Kasus penyelundupan 10 kilogram sabu hasil ungkap kasus Polrestro Jakarta Pusat yang diduga melibatkan napi Lapas Cipinang belum menemui titik terang.

Setelah jajaran Satresnarkoba Polrestro Jakarta Pusat mengungkap penyelundupan sabu pada Kamis (31/12/2020) lalu merilisnya ke publik.

Kepala Lapas Cipinang Tonny Nainggolan mengatakan hingga kini Polrestro Jakarta Pusat belum berkoordinasi terkait dugaan penyelundupan didalangi satu napinya.

"Kalau dari Lapas kelas I Cipinang sampai saat ini belum ada pemeberitahuan (dari Polres Metro Jakarta Pusat)," kata Tonny saat dikonfirmasi di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (2/2/2021).

Dugaan satu napinya jadi dalang penyelundupan narkoba saat malam pergantian tahun baru 2021 itu justru diketahui dari pemberitaan media massa.

Yakni keterangan Kombes Heru Novianto yang saat ungkap kasus pada Jumat (1/1/2021) masih menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat.

"Saya sebagai Kalapas Kelas I Cipinang merasa tidak masalah (pemberitaan napi Lapas Cipinang terlibat penyelundupan 10 kilogram sabu). Karena hanya menyebut Lapas Cipinang," ujarnya.

Tengku Zulkarnain Segera Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Cuitan Abu Janda Islam Arogan

Tonny beralasan kata Lapas Cipinang tidak spesifik mengacu Lapas Kelas I Cipinang yang dipimpinnya sehingga pihaknya juga tidak melakukan penyelidikan internal.

Padahal mengacu pada Rutan dan Lapas naungan Kanwilkumham DKI Jakarta, nama Lapas Cipinang hanya terdapat satu, lainnya Lapas Narkotika Klas II A Cipinang.

Saat dikonfirmasi apa Polrestro Jakarta Pusat berkoordinasi dengan pihaknya, Tonny balik bertanya Lapas Cipinang mana yang dimaksud Heru kala itu.

"Coba dipastikan dulu mas Lapas Cipinang mana. Kalaupun ada disebut (dalam pemberitaan) Lapas Cipinang (bukan Lapas Kelas I Cipinang)," tuturnya.

Kasus Dugaan Tindakan Asusila di Halte SMKN 34 Dihentikan: MA Gangguan Mental

Kepala Kanwilkumham DKI Jakarta Liberty Sitinjak juga menuturkan pihak Polrestro Jakarta Pusat belum berkoordinasi terkait dugaan keterlibatan napi Lapas Cipinang.

"Berdasarkan laporan Kalapas ke saya, belum ada tindak lanjut dari kepolisian," kata Sitinjak.

Dikonfirmasi perihal ketiadaan koordinasi dengan Lapas Kelas I Cipinang, Kombes Hengky Haryadi yang kini menjabat Kapolrestro Jakarta Pusat urung menanggapi.

Sebagai informasi, dalam kasus penyelundupan 10 kilogram sabu dalam tangki mobil Polrestro Jakarta Pusat menetapkan empat tersangka.

Berinisial RS, MM, OA, dan NS, dari pemeriksaan keempatnya kala itu Satresnarkoba Polrestro Jakarta Pusat mendapati dugaan keterlibatan napi Lapas Cipinang.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved