Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Pemprov Jabar Batal Kunjungi Asrama Haji, RSD Covid-19 di Bekasi Makin Tidak Jelas

Pemprov Jabar batal mengunjungi Asrama Haji Bekasi hari ini, operasional rumah sakit darurat (RSD) makin tidak jelas kapan dapat berjalan.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Asrama Haji Embarkasi Bekasi di Jalan Kemakmuran, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.  Pemprov Jabar batal mengunjungi Asrama Haji Bekasi hari ini, operasional rumah sakit darurat (RSD) makin tidak jelas kapan dapat berjalan. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) batal mengunjungi Asrama Haji Bekasi hari ini, operasional rumah sakit darurat (RSD) makin tidak jelas kapan dapat berjalan, Selasa (2/2/2021).

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Asrama Haji Bekasi Dede Saeful Uyun mengatakan, pihaknya hari ini dijanjikan kedatangan perwakilan Pemprov Jabar.

Kunjungan ini kata dia, merupakan bagian dari penyempurnaan persiapan operasional RSD Asrama Haji Bekasi untuk merawat pasien positif Covid-19.

"Saya tadi telfon (perwakilan Pemprov Jabar), dari pagi enggak dinggat, saya WA (whatsapp) enggak dibales, akhirnya siang tadi baru kasi info kalau hari ini batal (kunjungan)," kata Dede.

Dede menjelaskan, alasan perwakilan Pemprov Jabar membatalkan kunjungan lantaran, ada kepentingan lain yang harus diselesaikan hari ini.

Padahal lanjut dia, pembatalan kunjungan bukan sekali ini saja, pada Jumat (29/1/2021) lalu, pihak Pemprov Jabar juga melakukan hal serupa.

"Saya tanya kapan jadinya? (Kunjungan), mereka jawab masih menunggu perintah pimpinan," ucap Dede.

Kondisi Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna Kian Membaik, Hasil Swab PCR Keluarga Negatif

Pakai 2 Masker Lebih Efektif Cegah Covid-19, Apa Pertimbangannya?

Kunjungan perwakilan Pemprov Jabar ke Asrama Haji lanjut dia, sekaligus memuntaskan penandatangan kontrak kerja sama pemanfaatan gedung untuk pasien Covid-19.

Adapun bersarkan hasil koordinasi terakhir, untuk ruangan yang digunakan lanjut dia, tetap memanfaatkan dua gedung yakni, Mina D dan Mina E.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved