Breaking News:

Polisi Telisik Unsur Pidana Dalam Kasus Dugaan Pemukulan Nurhadi Terhadap Petugas Rutan KPK

Polres Metro Jakarta Selatan telah memulai proses penyelidikan terkait kasus dugaan pemukulan yang dilakukan mantan Sekjen MA Nurhadi.

WARTAKOTA/HENRY LOPULALAN
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, SETIABUDI - Polres Metro Jakarta Selatan telah memulai proses penyelidikan terkait kasus dugaan pemukulan yang dilakukan mantan Sekretaris Jenderal Mahkamah Agung (MA) Nurhadi terhadap petugas Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kasus tersebut sebelumnya dilimpahkan dari Polsek Metro Setiabudi ke Polres Metro Jakarta Selatan.

"Saat ini sedang dalam proses penyelidikan. Ada dugaan penganiayaan dari salah satu tahanan kepada pegawai institusi tersebut. Kemudian pegawai tersebut melaporkan kepada kepolisian," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah saat dikonfirmasi, Rabu (3/2/2021).

Azis menerangkan, pihaknya akan mendalami unsur pidana dalam kasus dugaan pemukulan tersebut.

"Kita lakukan penyelidikan, apakah benar ada tindak pidana. Jika benar ada tindak pidana akan segera dilakukan penyidikan," ujar dia.

Dugaan pemukulan yang dilakukan Nurhadi terjadi di Rutan Ground A, Gedung KPK Lama Kavling C-1, Jakarta Selatan, Kamis (28/1/2021).

Pemukulan itu terjadi karena adanya kesalahpahaman komunikasi antara Nurhadi dan petugas Rutan KPK terkait renovasi salah satu kamar mandi untuk tahanan.

Nurhadi merupakan terdakwa kasus suap pengurusan perkara di MA. Ia masih menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat.

Kronologi

Halaman
123
Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved