Breaking News:

Industri Keramik Porcelain Didorong Bertransformasi untuk Penuhi Kebutuhan Infrastruktur Nasional

kapasitas untuk jenis porceline tile sebanyak 160 juta m²/Tahun, sedangkan 60 juta m² diantaranya dapat dipenuhi oleh industri keramik dalam negeri.

Editor: Muhammad Zulfikar

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sektor properti mulai menggeliat kembali pasca sempat terpuruk di tahun 2020 akibat pandemi Covid-19, kebangkitan ini ditujukan dari perusahaan properti dan infrastruktur yang memulai kembali pembangunan properti, gedung perkantoran dan infrastruktur lainnya.

Kebutuhan bahan bangunan pun semakin bertambah, terutama keramik premium seperti Porceline Tile yang spesifikasinya dibutuhkan untuk pembangunan gedung bertingkat dan rumah. Sayangnya meningkatnya demand tidak berbanding lurus dengan Supply.

Ketua Umum Forum Suplier Bahan Bangunan Indonesia (FOSBBI), Antonius Tan dalam keterangannya, Kamis (4/2/2021) mengatakan, kapasitas untuk jenis porceline tile sebanyak 160 juta m²/Tahun, sedangkan 60 juta m² diantaranya dapat dipenuhi oleh industri keramik dalam negeri.

Sejauh ini baru sebanyak 10 industri dari 39 produsen keramik yang mampu membuat porceline tile. Pembuatan Porceline tile membutuhkan bahan baku white clay yang harus diimpor sehingga membuat produksi masih belum berkembang.

"Semua bangunan baru perumahan baik itu mall, perkantoran semuanya itu sudah menggunakan porceline tile karena presisi ukuran dan kecantikan dan lifestyle nya sudah digunakan," ujar Antonius Tan.

Optimis 2021 Industri Properti Bangkit, Perumahan di Bekasi Ini Sudah Laris Terjual 90 Persen

Usung Konsep Modern Dynamic Living, ANWA Residence Bidik Pasar Milenial

Dengan kebutuhan yang tinggi, FOSBBI hadir untuk mendorong adanya pengembangan pelaku industri keramik nasional. Antonius berharap ada peningkatan kapasitas dari pelaku usaha, seperti meningkatkan produksi dan peningkatan tekonologi untuk membuat Porceline tile yang pasarnya akan semakin berkembang seiring berkembangnya sektor properti dan infrastruktur.

Apalagi dengan arahan pemerintah untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk infrastruktur yang dibangun pemerintah, mayoritas Porceline Tile dibutuhkan untuk digunakan dalam pembangunan infrastruktur strategis seperti bandara hingga gedung perkantoran pemerintah.

"Kalau tidak ada dari dalam kita akan coba pasok dari luar, untuk memenuhi berkesinambungan. Kalau di dalam sudah cukup dan pelaku industri berinovasi mengganti mesin dan sebaginya, kami lebih senang karena ambil dari produksi dalam negeri," ujar Antonius Tan.

Peluang Market yang diprediksi akan semakin berkembang, dengan perkembangan ini FOSBBI berkomitmen membantu memacu pelaku produsen untuk inovasi, mengajak investor untuk berinvestasi di sektor industri keramik dan menjadi mitra membangun industri keramik baik porceline tile dan non-porceline yang dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja.

"Kita mau mengajak investor dari luar untuk berinvestasi di Indonesia karena Market akan berkembang. dengan adanya ini kami berharap dapat membantu pemerintah untuk meningkatkan lapangan kerja maupun investasi di dalam negeri," tutur Antonius Tan.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved