Breaking News:

Kasus Korupsi

Kejagung Periksa Enam Saksi untuk Terus Kumpulkan Bukti Kasus Dugaan Korupsi Asabri

Tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung kembali memeriksa enam saksi kasus dugaan korupsi PT Asabri.

Kompas.com/Dian Maharani
Gedung Kejaksaan Agung 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung kembali memeriksa enam saksi kasus dugaan korupsi PT Asabri.

Pemeriksaan dilakukan di Gedung Bundar Pidsus, Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (4/2/2021) untuk mendalami dugaan keterlibatan pihak lain.

"Pemeriksaan saksi untuk mengumpulkan alat bukti dalam kasus PT Asabri,” kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Saksi yang diperiksa berasal dari perusahaan manajer investasi. Mereka adalah ET selaku Komite Resiko PT Asabri; IAW selaku Direktur Utama PT Hanan Putihrai Aset Manajemen; MN selaku Equity Sales PT Panin Sekuritas; DA selaku Direktur Utama PT Treasure Fund Investama; BS selaku Direktur Utama PT Corfina Capital; dan FD selaku Direktur Utama PT Millenium Capital Management.

Dalam kasus Asabri dugaan sementara merugikan keuangan negara sebesar Rp 23,7 triliun. Kerugian negara ini jauh lebih besar dari kasus Jiwasraya.

Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PT Asabri, Begini Jejak Karier Sonny Widjaja di TNI dan Kekayaannya

Kasus Korupsi Asabri Rugikan Negara Rp 23 Triliun, Bagaimana Nasib Dana Pensiun TNI Polri?

Diketahui, pada jaksa penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung telah menetapkan delapan tersangka dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

"Delapan orang tersangka adalah inisial ARD, SW, HS, BE, IWS, LP, BT dan HH," kata Leonard.

Delapan tersangka tersebut adalah mantan Direktur Utama PT Asabri periode tahun 2011 - Maret 2016 ARD, mantan Direktur Utama PT Asabri periode Maret 2016 - Juli 2020 SW, eks Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008-Juni 2014 BE, mantan Direktur Asabri periode 2013 - 2014 dan 2015 - 2019 HS, Kepala Divisi Investasi PT Asabri Juli 2012 - Januari 2017 IWS dan Direktur Utama PT Prima Jaringan LP.

Kemudian Dirut PT Hanson International Tbk BT dan Komisaris PT Trada Alam Minera HH. Baik BT maupun HH merupakan tersangka dalam kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan pasal sangkaan primer yakni Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP serta subsidair Pasal 3 jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kejagung Kembali Melanjutkan Penyidikan Kasus Asabri, 6 Orang Diperiksa

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved