Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Patuhi Protokol Kesehatan Bersama Jadi Kunci Tekan Laju Penularan Covid-19

Berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam usaha memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Editor: Wahyu Aji
Dialog bertajuk Kepatuhan Datang, Penularan Berkurang yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) pada Kamis, 4 Februari 2021. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam usaha memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Salah satunya adalah protokol kesehatan 3M (menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan).

Kepatuhan itu merupakan kunci utama dalam menurunkan angka penularan yang terjadi di Indonesia.

Dokter sekaligus tim penanganan Covid-19 dr. Falla Adinda mengatakan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah sudah melalui tahapan penelitian yang valid.

Berdasarkan data Satgas Covid-19, 24 Januari 2021 lalu, Kabupaten/Kota yang masuk zona merah memiliki tingkat kepatuhan memakai masker dan menjaga jarak kurang dari 60 persen.

Sementara Kabupaten/Kota yang masuk zona hijau memiliki tingkat kepatuhan terhadap protokol Kesehatan mencapai 91-100 persen.

"Artinya penularan itu bisa kita tekan dengan konsisten bersama-sama, gotong royong dalam satu waktu. Tidak bisa saya saja, kamu saja, atau pemimpin daerahnya saja,” katanya dalam acara Dialog bertajuk Kepatuhan Datang, Penularan Berkurang yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) pada Kamis (4/2/2021).

Penularan Covid-19 yang masif membuat kepala daerah bersinergi dengan pemerintah pusat dalam upaya pencegahan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya mempunyai berbagai strategi dalam pengawasan protokol kesehatan kepada masyarakat salah satunya ialah menggunakan inovasi teknologi informasi.

“Jadi pemerintah pusat dan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) punya aplikasi pelaporan protokol kesehatan. Aplikasi ini diunduh TNI, Polri, dan Satpol PP agar bisa melapor pantauan keramaian di ruang publik berbasis foto," ujar pria yang akrab disapa Emil tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved