Rizieq Shihab Tersangka

Hakim Suharno Bersiap Pimpin Sidang Praperadilan Rizieq Shihab: Mohon Doanya

Bagi Suharno, sidang praperadilan atas gugata yang diajukan Rizieq Shihab sama seperti perkara lainnya.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Dion Arya Bima Suci
Habib Rizieq Shihab datangi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (12/12/2020) pagi. Imam Besar FPI itu memilih datang sehari lebih awal karena tidak ingin ada hal yang simpang siur tentang dirinya. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Hakim Suharno akan memimpin sidang praperadilan atas gugatan yang diajukan tersangka kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, Muhammad Rizieq Shihab.

Sidang perdana praperadilan akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (22/2/2021). Suharno akan bertindak sebagai hakim tunggal.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Humas PN Jakarta Selatan itu mengaku tidak memiliki persiapan khusus untuk memimpin jalannya persidangan.

" Ya biasa-biasa saja lah, mohon doanya saja," kata Suharno saat dihubungi TribunJakarta.com, Jumat (5/2/2021).

Bagi Suharno, sidang praperadilan atas gugata yang diajukan Rizieq Shihab sama seperti perkara lainnya.

"Seperti perkara-perkara lainnya. Biasa saja, nggak ada yang diistimewakan," ujar dia.

Sebelumnya, tersangka kasus kerumunan di Petamburan, Muhammad Rizieq Shihab, kembali mengajukan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Gugatan praperadilan itu didaftarkan oleh kuasa hukum Rizieq Shihab, Alamsyah Hanafiah pada Rabu (3/2/2021).

Alamsyah menilai penangkapan dan penahanan Rizieq Shihab yang dilakukan Polda Metro Jaya tidak sah.

"Hari ini kami dari tim advokasi Habib Rizieq Shihab selaku kuasa hukum Imam Besar Habib M Rizieq Shihab telah mendaftarkan permohonan praperadilan atas tidak sahnya penangkapan dan penahanan klien kami di PN Jakarta Selatan," ujar Alamsyah saat dikonfirmasi.

Gugatan praperadilan Rizieq Shihab terdaftar dengan nomor register 11/PID.PRA/2021/PN.JKT.SEL.

Alamsyah mengatakan, penangkapan dan penahanan Rizieq Shihab telah menyimpang dari ketentuan KUHAP dan melanggar Perkap Kapolri Nomor 6 tahun 2019 tentang penyidikan tindak pidana.

"Semestinya polisi tidak dibenarkan melakukan penangkapan dan penahanan terhadap Habib Rizieq yang dengan sukarela datang sendiri ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa dan memberikan keterangan sehubungan dengan sangkaan melanggar protokol kesehatan," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved