Kabar Bahagia Bagi Tenaga Kesehatan, Kementerian Keuangan Pastikan Tak Ada Pemotongan Insentif

Kabar bahagia bagi tenaga kesehatan karena insentif yang diterima batal dipotong oleh Kementerian Keuangan.

Editor: Wahyu Septiana
(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Petugas kesehatan menggunakan alat pelindung diri saat memberikan berkas pasien Covid-19 saat tiba di pos pemeriksaan IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kabar bahagia bagi tenaga kesehatan karena insentif yang diterima batal dipotong oleh Kementerian Keuangan.

Sebelumnya, ramai diperbincangkan renana Kementerian Keungan memotong insentif tenaga kesehatan sebesar 50 persen.

Pemerintah telah memutuskan nilai insentif yang diberikan ke tenaga kesehatan masih sama dengan tahun 2020.

Tugas tenaga kesehatan sangat besar karena harus berjibaku menangani pandemi Covid-19.

"Bahwa saat ini belum ada perubahan kebijakan mengenai insentif. Dengan demikian insentif 2021 ini tetap sama dengan insentif tahun 2020," kata Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani dalam konferensi pers bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kamis (4/2/2021).

Askolani mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan terus mengalokasikan anggaran untuk mendukung penanganan Covid-19 secara keseluruhan.

"Kami tegaskan bahwa di tahun 2021 ini yang baru berjalan 2 bulan, insentif untuk tenaga kesehatan diberikan tetap sama dengan tahun 2020," tegas Askolani.

Siap-siap, Pemilik 4 Shio Ini Diramalkan Dapat Rezeki Nomplok Selama Tahun 2021

Tangis Ayu Ting Ting Pecah saat Bertemu Pihak WO, Batal Nikah dengan Adit: Cuma Bisa Merencanakan

Pada kesempatan yang sama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkes, drg. Oscar Primadi MPH mengatakan, pemerintah memberikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan yang berjuang di tengah-tengah pandemi Covid-19 dan sangat menghargai perjuangan mereka.

"Kami (pemerintah) akan menyelesaikan semua kewajiban dan apa yang harus diberikan pemerintah terhadap tenaga kesehatan," ungkap drg.Oscar.

Sebelumnya, pemerintah sempat berencana memotong insentif bagi para nakes yang menangani pandemi Covid-19.

Tak tanggung-tanggung, jumlah pemotongannya mencapai 50 persen dibandingkan insentif yang diterima para nakes pada tahun 2020 lalu.

Dalam salinan Surat Keputusan (SK) Menteri Keuangan nomor: S-65/MK.02/2021 soal ketetapan besaran insentif nakes yang beredar di media sosial, tercantum penjelasan bahwa tenaga kesehatan dan peserta PPDS yang menangani Covid-19 akan diberikan insentif dan santuan kematian.

Insentif bagi dokter spesialis sebesar Rp 7.500.000, peserta PPDS Rp 6.250.000, dokter umum dan gigi Rp 5.000.000, bidan dan perawat Rp 3.750.000, dan tenaga kesehatan lainnya sebesar Rp 2.500.000.

Sementara santunan kematian per orang sebesar Rp 300.000.000.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved