Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangerang

Ramai Usulan Lockdown, Wali Kota Tangerang Imbau Warga Kurangi Mobilitas Akhir Pekan

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, menanggapi serius wacana yang belum pasti itu. 

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah pada acara Silaturahmi Lima Kepala Daerah Penyangga Ibu Kota DKI Jakarta di Polda Metro Jaya, Kamis (28/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Wacana lockdown atau karantina wilayah akhir pekan DKI Jakarta menyusul kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang tidak efektif.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan, usulan lockdown tersebut disampaikan anggota DPR RI, Saleh Daulay, karena mengacu kebijakan di Negara Turki.

Riza menyampaikan bahwa wacana tersebut belum bisa dilaksanakan karena masih menerapkan PPKM sampai 8 Februari 2021

Terlebih, pihaknya masih akan mengkaji usulan kebijakan itu dengan para epidemiolog.

Sementara, Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, menanggapi serius wacana yang belum pasti itu. 

Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Bupati Tangerang untuk sama-sama menerapkan kebijakan pengetatan pembatasan kegiatan masyarakat.

"Jadi semalam saya komukasi dengan Bupati, rencananya kita juga akan melakukan pengetatan bersama. Karena menangani masalah covid ini enggak bisa sendiri-sendiri. Apa lagi untuk daerah yang berhubungan dengan DKI Jakarta saling berinteraksi," ujar Arief kepada awak media, Jumat (5/2/2021).

Arief bahkan mengatakan akan membangun pos penjagaan (check point) di wilayah perbatasan dengan DKI Jakarta.

"Jadi rencananya Pemkot Tangerang akan membangun cek poin di daerah akses keluar di Jatiuwung, Daan Mogot dan juga Jalan Sudirman," ujarnya. 

Arief menyadari, paparan Covid-19 di wilayahnya masih tinggi. Kota Tangerang menyandang zona merah risiko penularan Covid-19. 

Arief mengimbau warganya agar tetap berada di rumah dan mengurangi aktivitas di akhir pekan. 

"Mengimbau ke masyakarat agar membatasi kegiatan di hari Sabtu dan Minggu kalau enggak perlu amat jangan keluar lah, karena RS masih penuh terus, angka Covid-19 tinggi," kata Arief.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved