Breaking News:

Dendam Kesumat Guru Tikam Penjual Kelapa di Bekasi, Korban Ogah Selesaikan Asusila Libatkan Anak

Dendam kesumat boleh jadi kata yang pantas disematkan untuk perkara pembunuhan yang terjadi di Kampung Srengseng Kaliabang

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Kapolres Metro Bekasi Kombes Polisi Hendra Gunawan 

Muncul Kejanggalan

Perasaan keluarga melihat kondisi Ardanih hanya bisa bersikap pasrah, jasadnya dievakuasi, dimandikan hingga dikubur pada Selasa siang di TPU Sukatani, Bekasi.

Pikiran berkecamuk mulai menghantui kakak Ardanih bernama Kanah (47), dia melihat ada kejanggalan saat memandikan jenazah adiknya sebelum dikebumikan.

Kanah saat itu, baru berbicara ke sanak saudara terdekat soal kejanggalan yang dia temukan dan masih berpikir adiknya tewas gantung diri.

Namun, perasaannya tidak bisa terbendung, dia lantas melaporkan kejanggalan yang dia saksikan ke pihak polisi agar kasus kematian adiknya terungkap.

"Kakak kandung korban melapor ke Polres Metro Bekasi, walaupun sudah dimakamkan kami tetap menindaklanjuti," kata Hendra.

Kejanggalan yang dilihat kakak kandung tidak lain luka tusuk di beberapa titik tubuh korban, luka itu tentu saja bukan disebabkan dari percobaan bunuh diri.

Sang kakak mulai berpikir, adiknya tewas bukan karena bunuh diri tetapi dibunuh dengan cara ditusuk. 

Laporan itu lanjut Hendra coba dianalisa oleh petugas kepolisian, demi menguatkan keterangan kakak kandungnya, polisi meminta makam korban dibongkar.

Pembongkaran makan kata Hendra, dilakukan tim Forensik dan Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi.

Dengan didampingi keluarga, polisi melakukan autopsi di tempat dengan memeriksa jasad Ardanih yang sudah dibungkus kafan.

"Informasi pertama diduga bunuh diri, ternyata ada kecurigaan kakak korban melihat dari bekas-bekas luka yang ada," ucapnya.

"Kita gali lagi kubur korban dan kita autopsi, nanti hasil autopsi itu akan lebih menjelaskan penyebab kematian dari korban dan indikasi-indikasi terjadinya tindak pidana," ucapnya.

Dari pengamatan sementara lanjut Hendra, memang terdapat luka terbuka di beberapa bagian tubuh korban. Luka tersebut jelas bukan luka akibat gantung diri, melainkan luka tusuk benda tajam.

Temuan itu sesuai dengan keterangan kakak korban, terdapat luka di perut sebelah kanan, robek pergelangan tangan kiri, sobek bagian leher, memar di dagu, luka robek bagian bawah ketiak.

Bukti-bukti kemudian dikumpulkan pihak kepolisian untuk terus dilakukan penyelidikan, selama proses itu juga, terdapat nama-nama saksi yang sudah diperiksa.

Saksi berasal dari pihak keluarga, tetangga dan mengerecut ke satu orang yang selama ini diketahui memiliki masalah dengan korban.

Polisi Berhasil Mengungkap Tersangka

Polisi selanjutnya terus mengintrogasi saksi dan sampai akhirnya menetapkan tersangka berinsial MR bin T (38), dia merupakan tetangga korban.

MR lanjut Hendra, sudah diamankan tidak lama setelah laporan tentang kematian korban yang bukan semata karena bunuh diri.

"Tersangka ini sudah kita amankan sebelumnya tiga jam dari laporan kakaknya ke polisi, karena dari saksi-saksi oleh TKP itu kita mengerucut ke beberapa saksi," tegasnya.

MR setelah diamankan akhirnya mengakui perbuatannya, dia membunuh Ardanih dengan cara menusuk menggunakan gunting bergagang hitam.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved