Breaking News:

Aksi Bejat Perias Pengantin Rudapaksa Anak, Berawal Bilang Korban Banyak Jerawat

AD, perias pengantin berusia 34 tahun melakukan aksi bejat merudapaksa kerabatnya di Aceh Selatan. Bilang korban banyak jerawat.

Istimewa
Ilustrasi kekerasan seksual. AD, pria berusia 34 tahun melakukan aksi bejat merudapaksa kerabatnya yang masih berstatus anak di bawah umur. 

Tidak lama kemudian, pelaku berkata kepada korban bahwa korban memiliki banyak jerawat di wajah dan kemudian pelaku langsung memegang wajah korban dan menyuruh korban untuk membuka mulutnya.

“Korban pun langsung membuka mulutnya, lalu tiba-tiba pelaku memasukkan jarinya ke dalam mulut korban. Tidak lama kemudian lidah korban terasa pedas dan panas, namun saat itu korban tidak mengetahui sesuatu apa yang di masukkan oleh pelaku ke dalam mulut korban. Saat itu korban masih dalam keadaan sadar, namun tidak bisa berbuat apa-apa,” ceritanya.

Setelah itu, tambah Kasat Reskrim, pelaku tiba-tiba membuka celana korban hingga celana dalam korban, lalu pelaku memegang kemaluan dan bagian-bagian sensitif korban.

“Setelah itu pelaku langsung memakaikan kembali celana yang dikenakan oleh korban, kemudian pelaku lalu masuk ke dalam kamar mandi dan saat itu korban hanya duduk termenung seperti orang yang bodoh. Setelah itu pelaku mengajak korban untuk mengambil parutan di warung tadi. Saat itu, pelaku mengatakan kepada korban untuk tidak memberitahukan kepada siapapun” cerita Kasat Reskrim.

Setelah itu, lanjut Iptu Bima Nugraha Putra, mereka berdua kembali lagi ke rumah nenek korban, kemudian menaruh parutan kelapa dan ubi tadi. Kemudian korban sadar apa yang dilakukan pelaku terhadap korban dan korbanpun langsung menemui pelaku yang sedang berada di dapur bersama saudaranya.

“Korban langsung menendang wajah pelaku dan memarahi pelaku, seketika saudara korban yang berada di dapur terkejut dan terheran. Kemudian korban memberitahukan kepada saudaranya tentang perbuatan pelaku terhadap korban. Setelah itu merekapun melaporkan kejadian itu ke Polres Aceh Selatan bersama ibu kandung korban,” cerita Kasat Reskrim.

Akibat perbuatannya itu, pelaku dijerat dengan Pasal 76D Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. “Pasal 81 Ayat (1) yakni Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 poin d yang dipidana dengan Pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000 (lima milyar rupiah),” pungkas Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan, Iptu Bima Nugraha Putra STK

Peristiwa Serupa

Ayah Rudapaksa Anak Tiri Hingga Hamil

Ilustrasi korban pencabulan
Ilustrasi korban pencabulan (KOMPAS/LAKSONO HARI W)

Seorang ayah nekat rudapaksa anak tirinya hingga hamil dan melahirkan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved