Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Lurah Sunter Jaya Bantah Tiga RW di Wilayahnya Masuk Zona Merah Covid-19

4 RW di Jakarta Utara yang termasuk Zona Merah meliputi RW 005, RW 006, dan RW 007 di Kelurahan Sunter Jaya

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Virus Corona 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Pendataan terbaru persebaran Covid-19 di DKI Jakarta mencatat ada 82 RW zona merah atau Zona Rawan Covid-19 yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Merujuk data yang dirilis Pemprov DKI Jakarta melalui website corona.jakarta.go.id per 4 Februari, Jakarta Selatan menyumbang 41 RW Zona Rawan Covid-19, Jakarta Barat menyusul dengan 13 RW, Jakarta Timur 6 RW, Jakarta Utara 4 RW, dan terakhir Kepulauan Seribu 2 RW.

Suatu wilayah disebut zona merah Covid-19 apabila terdapat lebih dari 10 rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama tujuh hari terakhir.

Dari data yang ada, 4 RW di Jakarta Utara yang termasuk Zona Merah meliputi RW 005, RW 006, dan RW 007 di Kelurahan Sunter Jaya, serta RW 017 di Kelurahan Kelapa Gading Barat.

Terkait adanya data terbaru yang menyebutkan 3 RW di Kelurahan Sunter Jaya termasuk Zona Merah, Lurah Sunter Jaya Sahroni menanggapinya.

Sahroni membantah data tersebut dan menyebut bahwa Kelurahan Sunter Jaya tidak termasuk Zona Merah atau Zona Rawan Covid-19.

"Hasil klarifikasi rapat, Rabu, Sunter Jaya tidak dalam kategori zona merah," kata Sahroni saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, Selasa (9/2/2021).

Adanya data yang memperlihatkan bahwa tiga RW di Sunter Jaya termasuk Zona Merah, lanjut Sahroni, bisa jadi karena keberadaan sejumlah karyawan dari suatu perusahaan di wilayahnya yang positif Covid-19 usai melakukan rapid dan swab test.

"Karyawannya semua yang positif memakai alamat kantor (di wilayah Sunter Jaya). Tidak berkoordinasi dengan pihak Sudinkes dan Sudinaker Jakarta Utara," jelas Sahroni.

"Jadi wilayah Sunter Jaya naik pasien Covid-nya secara drastis," sambung dia.

Ketika ditanyakan soal pendataan yang tercantum di situs corona.jakarta.go.id, Sahroni menilai bahwa pihak yang melakukan pendataan kurang berkoordinasi dengan Kelurahan Sunter Jaya.

"Tidak koordinasi dengan pihak wilayah Puskesmas dan Kelurahan Sunter Jaya untuk cross check data yang real," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved