Jakarta Dikepung Banjir
Cegah Banjir, Dua Saluran Air di Koja dan Cilincing yang Tersumbat Dibenahi
Dua saluran air yang berada di wilayah Kecamatan Cilincing dan Kecamatan Koja, Jakarta Utara, dibenahi.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Dua saluran air yang berada di wilayah Kecamatan Cilincing dan Kecamatan Koja, Jakarta Utara, dibenahi.
Pembenahan saluran air ini guna mencegah terjadinya banjir memasuki musim hujan.
Saluran air pertama yang dibenahi berada di Jalan Madya, Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing.
• Pamer Foto Cipinang Melayu Bebas Banjir, Anies Bandingkan Saat Kampanye 2017
• Anies Klaim 6 Jam Genangan Bisa Kering, Nyatanya Banjir Jakarta Baru Surut 3 Hari
Kepala Satuan Pelaksana SDA Kecamatan Cilincing Tjahjono menuturkan, saluran air tersebut sebelumnya tersendat karena tertutup tanah sehingga menimbulkan genangan saat hujan deras.
"Dengan dilakukannya normalisasi atau penurapan saluran, diharapkan dapat memperlancar laju air yang sebelum sempat tersendat karena rusak dan tertutup tanah," kata Tjahjono, Rabu (10/2/2021).
Setelah dipasangi turap, saluran air tersebut nantinya akan mengalir menuju Kali Begog yang kemudian dilanjutkan pembuangannya ke kali Cakung Lama.
Dijelaskan Tjahjono, saluran air yang sedang dinormalisasi memiliki panjang 105 meter dengan lebar 120 sentimeter.
"Kedalaman saluran 80-100 sentimeter. Diperkirakan proses pengerjaanya akan memakan waktu selama 45 hari atau ditargetkan selesai pada akhir bulan Februari 2021," ucap Tjahjono.
Saluran air kedua yang tengah dibenahi ada di Jalan H. Nawar, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja.
Dalam prosesnya, petugas gabungan membuka kembali saluran air yang sebelumnya ditutup oleh warga di jalan tersebut.
Lurah Tugu Selatan Sukarmin mengatakan, sebelumnya warga menutup saluran air tersebut lantaran sering menampung air dari jalan raya hingga meluap dan menimbulkan genangan.
"Saluran ini sudah lama ditutup oleh warga, dengan alasan 10 tahun yang lalu air dari luar yaitu jalan raya masuk ke perkampungan. Kini, karena posisinya lebih rendah mengakibatkan genangan saat hujan turun," kata Sukarmin.
Selain itu, air buangan dari saluran rumah tangga yang masuk ke saluran air tersebut tidak bisa bersirkulasi hingga menimbulkan bau tidak sedap.
"Atas dasar itulah, sejumlah warga mengusulkan untuk segera melakukan normalisasi saluran air di lokasi tersebut. Saat ini, masih dalam proses pengerjaan normalisasi saluran air sepanjang 100 meter dan lebar 80 sentimeter. Diperkirakan akan rampung sekitar satu bulan," ujar Sukarmin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/saluran-air-di-cilincing-dibenahi.jpg)