Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Hampir Satu Tahun Pandemi Covid-19 di Indonesia, Ribuan Chef Kehilangan Pekerjaannya

Ribuan chef atau ahli kuliner di Indonesia kehilangan pekerjaan selama hampir setahun mewabahnya pandemi Covid-19.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Vice President Indonesian Chef Association (Asosiasi Ahli Kuliner Indonesia) Handry Wahyu saat ditemui di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (10/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Ribuan chef atau ahli kuliner di Indonesia kehilangan pekerjaan selama hampir setahun mewabahnya pandemi Covid-19.

Selain gencarnya pembatasan kegiatan di tempat-tempat pariwisata untuk menekan penyebaran virus, tempat usaha yang mempekerjakan mereka juga terpaksa harus melakukan pengurangan karyawan.

Vice President Indonesian Chef Association (Asosiasi Ahli Kuliner Indonesia) Handry Wahyu mengatakan, ada setengah dari anggota asosiasi yang harus kehilangan pekerjaan selama pandemi ini.

RB Noodle S Pro 10, Mesin Pembuat Mie Otomatis yang Cocok untuk Buka Usaha Saat Pandemi

 

"Kita secara presentase itu sekitar 50 persen rekan-rekan yang kehilangan pekerjaan," kata Handry di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (10/2/2021).

Kekinian, Indonesian Chef Association sendiri memiliki sekitar 4.500 anggota aktif.

Mereka berasal dari kalangan chef atau ahli kuliner yang tersebar di 23 Provinsi di Indonesia.

"Jumlah anggota kita mencapai 4.500 orang. Sekitar 2.000-an yang berhenti dulu dari hotel atau restoran, jadi mereka beralih profesi jadi home cooking," ucap Handry.

Dijelaskan Handry, para chef yang terdampak PHK dari perusahaan tempat mereka bekerja akhirnya mesti putar otak.

Dengan keahlian memasak serta hasrat bertahan hidup, mereka akhirnya beralih menjadi pengusaha rumahan.

"Kita ini orang-orang yang mempunyai keahlian memasak. Jadi seandainya kita kehilangan pekerjaan, rata-rata teman-teman kita itu masih bisa buka usaha di rumah," tuturnya.

Reputasi pekerjaan di hotel maupun tempat wisata ternama biasanya menjadi nilai jual tersendiri ketika para chef yang di-PHK saat pandemi memulai membuka usaha kuliner rumahan.

"Mereka biasanya buka pre order makanan gitu dengan embel-embel reputasi mereka sebagai chef. Misalnya bikin kue black forest dari chef ini, atau kuliner apa dari chef ini," kata Handry.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved