Breaking News:

Viral Wedding Organizer Promosi Nikah Usia 12 Tahun, Ketua DPP NasDem Minta Kominfo Bertindak

Pasalnya, WO tersebut mempromosikan layanan kontroversial. Mulai dari nikah di usia 12 tahun, nikah siri, dan poligami. Layanan itu tertera di situs

ISTIMEWA
Ketua DPP Partai NasDem Bidang Perempuan dan Anak Amelia Anggraini. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Wedding Organizer (WO) bernama Aisha Weddings viral di media sosial.

Pasalnya, WO tersebut mempromosikan layanan kontroversial. Mulai dari nikah di usia 12 tahun, nikah siri, dan poligami. Layanan itu tertera di situs aishaweddings.com.

"Semua wanita muslim ingin bertaqwa dan taat kepada Allah SWT dan suaminya. Untuk berkenan di mata Allah dan suami, Anda harus menikah pada usia 12-21 tahun dan tidak lebih," tulis situs tersebut.

"Jangan tunda pernikahan karena keinginan egoismu, tugasmu sebagai gadis adalah melayani kebutuhan suamimu. Anda harus bergantung pada seorang pria sedini mungkin untuk keluarga yang stabil dan bahagia. Jangan menjadi beban bagi orang tua Anda, temukan pria lebih awal!" demikian promosi yang ditawarkan Aisha Weddings.

Melihat hal itu, Ketua DPP Partai NasDem Bidang Perempuan dan Anak Amelia Anggraini mengatakan promosi yang dilakukan WO tersebut sangat meresahkan.

"Di dalam UU Perkawinan No. 1 tahun tahun 1974 sangat jelas bahwa batas usia pernikahan perempuan adalah 16 tahun dan kemudian diratifikasi menjadi 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan. Jelas WO tersebut melanggar aturan," kata Amelia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/2/2021).

Ibunda Dino Patti Djalal Jadi Korban Mafia Tanah, Polisi Ungkap Keterlibatan Penjaga Rumah

Petugas Damkar Kerahkan Mobil Pompa Semprot Timbunan Lumpur Sisa Banjir di Permukiman Warga

Suami Istri Pelaku Aborsi Ilegal di Bekasi Cari Pasien Lewat Media Sosial

Bukan hanya itu, menurut Amel, perkawinan di nawah umur menabrak sejumlah undang-undang lain.

Di antarnya adalah UU Perlindungan Anak dan UU Perkembangan Kependudukan dan pembangunan Keluarga.

"Maka saya meminta pemerintah, utamanya Kominfo, untuk segera menutup situs tersebut (aishaweddings.com). Faktanya juga memang WO tersebut dilaporkan ke polisi," ujar dia.

Amel juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mencegah perkawinan anak.

"Idealnya PP sudah dibuat pemerintah, dan kita harus mendorong PP yang mengatur usia perkawinan agar segera dibuat supaya kasus kawin anak dapat dicegah," kata Amel. (*)

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved