Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Wagub DKI: Warga Jakarta Lebih Disiplin dari Daerah Lain

Wagub DKI Ahmad Riza Patria mengatakan warga Jakarta lebih disiplin dibanding daerah lain

Tribunjakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Wagub DKI Ahmad Riza Patria mengatakan warga Jakarta lebih disiplin dibanding daerah lain 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Hampir sebulan DKI Jakarta menerapkan pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai tindak lanjut dari kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pemerintah pusat.

Sejak pertama kali diterapkan pada 11 Januari 2021, sebanyak 2.720 orang terjaring razia tertib masker hingga 8 Februari lalu.

Dari jumlah itu, sebanyak 2.655 diberi sanksi membersihkan fasilitas umum dengan mengenakan rompi oranye.

Sedangkan, 65 orang lainnya dikenakan sanksi administrasi dengan total denda Rp 8.150.000

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, banyaknya pelanggar protokol kesehatan terjadi lantaran masyarakat sudah mulai jenuh dengan kondisi pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir.

"Memang ada kejenuhan, keletihan, kecapean dari masyarakat Jakarta yang mungkin sudah hampir setahun berjuang melawan Covid," ucapnya, Selasa (9/2/2021) malam.

Meski demikian, politisi Gerindra ini menyebut, jumlah ini tak seberapa dibandingkan total penduduk Jakarta.

Griya Pijat Metropolis Jakarta Selatan Ditutup Permanen, Terbongkar Praktik Prostitusi

Pemprov DKI Longgarkan Aturan saat PPKM Mikro, Operasional Mal Diperpanjang

Viral di Media Sosial Ular Berukuran 10 Meter di Pintu Air Karet, Saat Ini Masih Bebas Berkeliaran

Ia pun menyebut, warga Jakarta lebih patuh protokol kesehatan dibandingkan daerah lain.

"Mohon maaf, tidak bermaksud membedakan dengan masyarakat daerah lain. Tapi, alhamdulillah masyarakat di Jakarta cukup disiplin terkait penggunaan masker dan jaga jarak," ujarnya.

Tak hanya itu, Ariza juga mengklaim, protokol kesehatan telah diterapkan dengan baik oleh dunia usaha.

"Kemudian juga dunia usaha, restoran, hotel, mall, tempat tempat ibadah, pasar, cukup baik melaksanakan protokol kesehatan," tambahnya.

Menurutnya, tingginya kesadaran masyarakat ini tidak terlepas dari pengawasan ketat yang dilakukan oleh jajaran Pemprov DKI hingga saat ini.

Bahkan, bila ada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19, Ariza menegaskan pihaknya tak akan segan memberikan sanksi sesuai ketentuan.

"Sesuai dengan Perda, dengan ketentuan yang ada. Tentu, siapa saja yang melanggar protokol kesehatan, dia dapat sanksi apakah sanksi administrasi, kerja sosial, sanksi denda, dan sanksi pidana," tuturnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved