Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Kota Bekasi Berencana Tambah Alat Donor Plasma Konvalesen

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, donor plasma konvalesen untuk terapi penyembuhan pasien Covid-19 sudah bisa dilayani PMI Kota Bekasi.

ISTIMEWA
Layanan donor plasma konvalesen yang baru dioperasikan PMI Kota Bekasi, Kamis (9/2/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah Kota Bekasi berencana menambah alat donor plasma konvalesen untuk dioperasikan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat, hal ini dikatakan Wali Kota Rahmat Effendi, Kamis (11/2/2021).

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, donor plasma konvalesen untuk terapi penyembuhan pasien Covid-19 sudah bisa dilayani PMI Kota Bekasi.

Peresmian dilakukan langsung pihaknya, bersama jajaran PMI Kota Bekasi di markas Jalan Veteran, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

PMI Kota Bekasi Resmi Layani Donor Plasma Konvalesen untuk Covid-19

"Kemarin kita sudah bahas, alatnya itu harganya Rp3 miliar, kalau kita tambah dua unit lagi berarti Rp6 miliar, insya Allah kita mampu beli," kata Rahmat.

Alat donor plasma konvalesen yang dimiliki PMI Kota Bekasi saat ini baru satu unit, jumlah tersebut memurut Rahmat masih cukup sedikit untuk mengakomodir permintaan donor plasma.

Sebab, untuk satu kali beroperasi, alat donor plasma konvalesen membutuhkan waktu dua sampai tiga jam.

Jika dioperasikan selama 24 jam, estimasi layanan baru hanya bisa sekitar delapan orang pendonor per hari. Tetapi, alat tersebut tidak mungkin dioperasikan 24 jam non-stop.

"Jadi kalau kita punya alat dua atau tiga, sekali putar tiga jam dapat 600 cc (plasma konvalesen) dari satu pendonor," ucapnya.

"Tarolah misalnya satu putaran layani tiga pendonor dikalikan tiga alat sudah dapat 1.800 cc, cukup dengan kondisi permintaan yang ada," paparnya.

Layanan donor plasma konvalesen yang sudah resmi dijalankan PMI Kota Bekasi, Kamis (11/2/2021).
Layanan donor plasma konvalesen yang sudah resmi dijalankan PMI Kota Bekasi, Kamis (11/2/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Sementara itu, ketua PMI Kota Bekasi Ade Puspitasari mengatakan, Pemkot Bekasi memang berencana menambah alat donor plasma konvalesen untuk PMI.

"Nanti akan ada satu buah lagi yang baru difasilitasi oleh Pemkot Bekasi. Mudah-mudahan April (2021) sudah ada. Jadi PMI nanti ada 2 buah alat PK (plasma konvalesen)," tuturnya.

Adapun pendonor plasma konvalesen memiliki kriteria khusus diantaranya, pernah dinyatakan positif Covid-19 bergejala sedang hingga berat dan sudah dinyatakan sembuh.

Pria dan wanita yang belum penah hamil, usia 18 sampai 60 tahun, berat badan minimal 55 kilogram, tidak menderita hepatitis B, Hepatitis C, Sifilis dan HIV/AIDS.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved