Breaking News:

Sejarah Barongsai di Indonesia: Pelarangan Zaman Orba, Hingga Obati Kerinduan dengan Barong Bali

Barongsai kini sudah menjadi identitas tersendiri Bangsa Indonesia. Penari berkostum singa dan tetabuhan gendang yang menggelora sangat khas melekat.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Aksi Barongsai - Barongsai kini sudah menjadi identitas tersendiri Bangsa Indonesia. Penari berkostum singa dan tetabuhan gendang yang menggelora sangat khas melekat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir 

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Barongsai kini sudah menjadi identitas tersendiri Bangsa Indonesia.

Penari berkostum seperti Singa dan tetabuhan gendang yang menggelora sudah sangat khas melekat dengan masyarakat.

Warna yang cerah dan koreografi yang menarik, disukai berbagai kalangan, terlebih anak-anak.

Kala pertunjukkan tradisi Tionghoa itu dimulai, sorotan akan langsung tertuju padanya.

Di Indonesia, barongsai memiliki sejarah yang panjang, mulai sebagai seni pemersatu, sempat dilarang pada masa Orde Baru (Orba), hingga perkembangannya saat ini. 

Polisi Telusuri Video Syur Mirip Artis, Cek Profil Gabriella Larasati: Main Bareng Natasha Wilona

Kelenteng Berusia Ratusan Tahun di Tangerang Rayakan Imlek Secara Sederhana: Tanpa Barongsai

Cerita Alexander, Terima Beras Bansos Rasanya Mirip Gabah: Didapat Tahun Lalu

Azmi Abubakar, Pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghoa, di Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), menceritakan sejarah tarian tradisional asal Tiongkok itu.

Pemersatu

Penumpang kereta api dihibur aksi Barongsai di stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (25/1/2020).
Aksi Barongsai di stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (25/1/2020). (TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat)

Dalam literatur kuno yang dikoleksinya, Azmi mengungkapkan, pada tahun 1850, jauh sebelum Indonesia merdeka, pertunjukan barongsai selalu dinanti kala menjelang tahun baru Imlek.

Pada masa itu, Kawasan Glodok, Jakarta, menjadi pusat arena pawai seni etnis Tionghoa itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved